Gunungkidul Dilarang Jadi Seperti Bali, Kata Sultan HB X

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Sultan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menegaskan bahwa pembangunan di Gunungkidul tidak perlu dipadukan dengan cara di Bali. Ia menekankan perbedaan kuat antara budaya Jogja dan Bali, serta keharusan menjaga keunikan identitas daerah. “Jogja memiliki karakter unik yang perlu dilestarikan, bukan diserupkan oleh model lain,” kata Sultan dalam pesan pasangan pasca pelantikan pengurus Kadin DIY.

Pengurus Kadin Gunungkidul sebelumnya menegaskan perlunya mengatur pengembangan dengan teliti. Mangkubumi mengingatkan bahwa investor tidak boleh mengabaikan aturan tata ruang atau menciptakan kerusakan lingkungan. “Pilihan industri harus ramah alam, seperti persediaan santai di sekitar pantai,” ujarnya.

Investor tetap diinvitasi untuk berkontribusi di DIY, termasuk di sektor pariwisata. Sultan menegaskan flexibilitas dalam menentukan fokus modal, selama tidak mengubah karakter Jogja. “Bukan kita yang harus menjadi Bali, tapi Jogja tetap Jogja,” menambahkan Sultan.

Data terbaru menunjukkan jumlah wisatawan di Gunungkidul meningkat 15% setahun, meskipun identitas budaya daerah masih perlu diprioritaskan. Studi kasus dari project pariwisata lokal menunjukkan bahwa pengembangan yang mematuhi regulasi lingkungan dapat meningkatkan keuangan tanpa merusak keindahan alam.

Gunungkidul memiliki potensi menjadi pusat budaya dan kreativitas, seperti festival seni atau destinasi kuliner khas. Infografis menunjukkan bahwa 70% investor muda di DIY lebih tertarik dengan proyek yang menjaga kekayaan lokal.

Pembangunan di Gunungkidul harus tetap bersifat strategis. Fokus pada pemerataan ekonomi dan pengembangan budaya tradisional bisa menjadi solusi untuk memadukan kebutuhan modern dengan warisan pasar. Investor dan pemerintah perlu berkolaborasi untuk memastikan keberlanjutan tanpa kehilangan identitas yang membedakan Jogja dari Bali.

Jadi, kelakuan di Gunungkidul bukanlah kesalahan, melainkan kesempatan untuk memetik keunikan Jogja. Dengan pendekatan yang bijak, daerah ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjaga budaya sambil berkembang. Semua pihak harus terus berkomitmen untuk menjaga keindahan dan nilai-nilai yang membuat Jogja spesial.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan