InJourney Petakan: 3 Tantangan Pariwisata Nasional

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) memangkembangkan kerja sama dengan pemerintah dan industri pariwisata di Bali. Dalam kegiatan ini, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta relawan kementerian dan lembaga lain menyelami tantangan yang menghadapi sektor pariwisata Bali. Maya Watono, Dirut InJourney, mengulas tiga kekacauan utama: keterbatasan konektivitas penerbangan, kualitas infrastruktur, dan kebutuhan pemasaran lebih kuat.

Peluncuran solusi InJourney fokus pada peningkatan konektivitas. Mereka meminta evaluasi regulasi penerbangan domestik dan internasional agar trafik meningkat. Selain itu, program joint promotion antara maskapai dan pemerintah diperlukan untuk mempertahankan rute. Maya juga menyarankan insentif bagi travel agent sebagai penggerak promosi, seperti kolaborasi dengan platform global atau produksi film.

Infrastruktur dan akomodasi di Bandara DPS masih memerlukan perbaikan. Jalan dan transportasi darat antara destinasi prioritas perlu penyelarasan. Solusi alternatif seperti water taxi dan dukungan jalan tol bisa mempercepat akses. InJourney menekankan integrasi sistem transportasi intermoda sebagai kunci menyelesaikan masalah ini.

Pembangunan destinasi dan promosi juga menjadi prioritas. Branding destinasi Bali perlu lebih konsisten, terutama untuk menarik event global seperti MotoGP. Skema pendanaan khusus untuk event internasional, seperti Quality Tourism Fund, disarankan untuk mendukung pengembangan nonstop. InJourney mengajukan pembentukan fondasi ini untuk memicu pendanaan event besar.

Dialog ini merangkul persepsikan pemangku kepentingan. Pemerintah dan industri pariwisata harus bersama dalam mengatasi tantangan. Fokus pada keberlanjutan dan kolaborasi lintas sektor diharapkan bisa meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Pelaksanaan solusi ini membutuhkan komitmen dari semua pihak. Integrasi kebijakan, insentif finansial, dan inovasi promosi bisa menjadi fondasi untuk pariwisata Indonesia yang lebih kompetitif. Segala usaha harus berfokus pada kebutuhan lokal dan nasional, memastikan dampak positif bagi ekonominya.

Penerapan langkah-langkah ini bisa membuka pintu baru bagi pariwisata Bali. Dengan kerja sama yang tegas, destinasi ini bisa menjadi pilihan utama wisatawan internasional. Keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga inklusi ekonomi bagi masyarakat lokal.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan