Detective Conan mengalami penolakan di China, yang terkait dengan kenaikan ketegangan politik antara China dan negara lain. Artikel ini membahas alasanBehind pemboikotan ini.
Detective Conan adalah serial manga dan anime Jepang populer karya Gosho Aoyama. Serinya mengistoria petualangan Shinichi Kudo, seorang detektif muda yang berubah menjadi anak kecil setelah terancam oleh organisasi rahasia. Ia menggunakan nama Conan Edogawa untuk menyelidiki kasus kriminal kompleks.
Judul “Alasan Kenapa Detective Conan Diboikot di China” menandakan topik utama. Kolaborasi antara My Hero Academia dan Detective Conan melibatkan penukaran desain karakter utama oleh penulis membutuhkan peringatan kehadiran ke-30 dan ke-10 dari kedua seri. Ilustrasi ini akan muncul dalam magazine Weekly Shonen Jump dan Weekly Shonen Sunday, serta video promosi oleh YTV Animation.
Namun, kolaborasi ini memicu kritik di platform media sosial di China. Isu ini terkait dengan insiden tahun 2020.
Kolaborasi ini mencakup penukaran desain karakter utama oleh Aoyama Gosho dan Kohei Horikoshi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati ulang tahun ke-30 Detective Conan dan ke-10 My Hero Academia. Hasilnya akan disajikan dalam magazine Weekly Shonen Jump edisi 16 Februari dan Weekly Shonen Sunday edisi 18 Februari. Selain itu, YTV Animation merilis video promosi yang menampilkan kerja sama di akhir episode Detective Conan.
Namun, kolaborasi ini memicu kritik di berbagai platform media sosial di China. Kritik ini terkait dengan insiden tahun 2020.
Isu ini terkait dengan karakter Maruta Shiga dalam My Hero Academia. Nama “Maruta” memiliki konotasi historis sebagai kode untuk korban eksperimen manusia oleh Unit 731, unit militer Jepang yang melakukan eksperimen biologis selama Perang Sino-Jepang dan Perang Dunia II. Nama “Shiga” juga dirasakan merujuk pada Kiyoshi Shiga, bakteriolog yang menemukan bakteri penyebab penyakit.
Di febuari 2020, redaksi Weekly Shonen Jump mengeluarkan pernyataan maaf resmi dalam beberapa bahasa, termasuk Jepang, Inggris, Mandarin, Kanton, dan Korea. Horikoshi menjelaskan bahwa pilihan nama “Maruta” didasarkan pada ciri-fisik tokoh, bukan untuk menyakiti pembaca.
Shanghai Character License Administrative Company mengeluarkan pernyataan resmi pada 31 Januari. Perusahaan tersebut menjelaskan kerja sama ini sebagai pertukaran bersahabat antara kreator kedua seri. Namun, kolaborasi ini sebelumnya dihadapkan pada reaksi negatif sejak Februari 2020.
Penutupan ini menunjukkan pentingnya kesadaran terhadap konteks budaya dan sejarah dalam kolaborasi global. Mencegah konflik memerlukan pemahaman mendalam tentang simbologi dan sejarah terkait nama atau cerita.
Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.
