Dokumen Epstein mengungkapkan jumlahnya ilmuwan yang terkait dengan Jeffrey Epstein. Hal ini menimbulkan ketakutan besar karena kejahatan seksual dan pedofilia yang diajukan terhadapnya.
Dokumen-Dokumen ini dibagikan oleh Xinhua, Sabtu (14/2/2026) jurnal Nature mengutip informasi dari Departemen Justisi AS. Epstein menyalurkan dana jutaan dolar untuk berbagai proyek sains dan berhubungan dengan 30 ilmuwan terkemuka.
Penyalahgunaan kekuasaan oleh Epstein secara mendadak, seperti disebutkan dalam dokumen, menyakiti pikiran banyak orang. Meski ia menerima sanksi pertama tahun 2008, beberapa ilmuwan tetap berinteraksi dan menerima dana. Contohnya, Epstein memberikan 800 juta dolar kepada MIT, yang membuat dua ilmuwan meninggalkan universitas dan seseorang dipindahkan.
Namanya muncul di dokumen Epstein tidak berarti mereka menjadi penjahat. Banyak individu disebut karena jejaringnya memang menggurita. Namun, penanganan kasus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan akademik.
Beberapa interaksi spesifik antara Epstein dan ilmuwan sangat mencurigakan. Misalnya:
- Lawrence Krauss, fisikawan teori, menerima dana 250 juta dolar untuk proyeknya. Dia dipersuasi untuk tidak mengungkapkan hal-hal terkait kasus Epstein. Akhirnya ia dikembalikan dari universitas.
- Lisa Randall, fisikawan, berkunjung ke tempat Epstein tahun 2014 dan berdiskusi via email tentang situasi detennya.
- Nathan Wolfe, virologis dari Stanford, meminta dana untuk riset tentang perilaku seksual mahasiswa.
- Martin Nowak, pakar matematika, membangun program di Harvard dengan dana 6,5 juta dolar. Penelitiannya tentang evolusi menggunakan matematika, dan Epstein terlibat langsung. Program tersebut ditutup pada 2021, dan Nowak dipaksa menjalani sanksi.
- Cornita Tarnita, dosen di Princeton, dan mahasiswa PhD dari Nowak berhubungan dengan Epstein 6 bulan setelah vonis. Epstein membantu dengan visanya dan menyarankan topik penelitian.
Keterlibatan Epstein dalam proyek ilmuwan ini menyakiti komunitas akademik. Jesse Kass, matematikawan dari California, menyatakan bahwa pendan prywat tidak boleh langsung terlibat dalam riset.
DOJ mengeluarkan lebih dari 3 juta dokumen pada 30 Januari 2026. Hal ini merupakan langkah lanjutan dari undangan Undang-Undang Transparansi Epstein oleh Kongres AS.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi penting dalam hubungan antara ilmu dan dana. Kita harus memastikan bahwa hubungan ini tidak mengungguli atau menimbulkan ancaman.
Epstein Files membuktikan bahwa hubungan antara pendan dan riset bisa menjadi kompleks. Ia mengingatkan kita untuk mempertahankan etika dan keji dalam semua aktivitas akademik.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
π Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
π Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.