Padel merendahkan ke Tasikmalaya dengan energi yang menyenangkan, seperti tamu yang dipantau dengan ketertiban penuh. Ketinggian lapangannya terwujud dengan ke bersihan dan kemudahan. Meski begitu, masalah izin tetap menjadi titik yang membingungkan bagi banyak orang.
Proses pendahuluan untuk izin sangat sederhana: mengajukan, menunggu, dan keluar. Namun di lapangan, realitanya berterusan dari cerita yang berbeda. Lapangan padel yang sudah dibangun beroperasi dengan penuh, lampu menyala hingga jam sore. Meski begitu, hanya sebagian kecil yang berhasil mendapatkan izin lengkap.
Salah satu alasan untuk ini terletak pada konsep “oknum”. Ini tidak merujuk pada tidaknya izin resmi, tapi pada cara pejabat melayani dengan cara yang tidak tertulis. Sumber yang ditarik ber cerita dengan nada hati-hati, mengaku membangun lapangan padel bukan karena keinginan melawan aturan, tapi karena ada yang memperbolehkan secara lisan.
“Oknum” itu tidak pernah secara resmi memberikan izin. Namun, ia tidak juga mengatakan “tidak”. Pendekatan ini memungkinkan pengusaha memantau proses dengan semakin cepat. Logika yang digunakan sering kali terdengar realistis, sehingga banyak yang percaya.
Contohnya, pengusaha yang membangun lapangan padel merasa tidak perlu berdarah-darah dengan aturan yang rumit. Mereka percaya bahwa jika lapangan sudah berdiri dan beroperasi dengan baik, proses izin bisa dilakukan dengan lebih efisien. Kalimat seperti “maaf, kita mengikuti prosedur” atau “proses cepat, tidak ribet” sering menjadi kunci bagi mereka.
Demikian pula, pejabat yang menggunakan “oknum” juga memahami pola ini. Mereka tidak menghalangi, tapi mereka tidak memungkinkan juga. Pendekatan yang tidak tertulis ini sering kali menjadi solusi praktis dalam rangkaian prosedur pemerintahan yang rumit.
Keberadaan lapangan padel di Tasikmalaya menunjukkan bahwa bisnis ini mengancam minat masyarakat. Namun, keberlanjutan bisnis ini tergantung pada keseimbangan antara keberlanjutan aturan dan kehadiran kepemimpinan yang pandang keluar dari kadang tidak tertulis.
Pemilik lapangan padel di Tasikmalaya mengingat, keberlanjutan bisnis sering kali tergantung pada keseimbangan antara keberlanjutan aturan dan kehadiran kepemimpinan yang pandang keluar dari kadang tidak tertulis.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.