Doa di Depan Kabah di Tasikmalaya: Dandim Rangkul Ulama dan Yatim, Bukan Sekadar Upacara

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya terus menegaskan identitasnya sebagai pusat pelatihan spiritual, bukan hanya etiket. Acara Makodim 0612/Tasikmalaya yang digelar di Jalan Otto Iskandar Dinata pada Jumat (13/2/2026) menjadi simbol solidaritas yang mendalam antara TNI, líder, dan rakyat, disertai simbolis seperti pangan dan kesan santunan, bukan sekadar rantai tamu atau pernyataan.

Masa Ramadan ini menghadirkan peran besar bagi tokoh agama, calon politik, serta pers. Acara ini tidak hanya fokus pada simbolik, tetapi juga berdampak realistis dengan distribusi ratusan genggam sembako bagi yatim piatu, anak miskin, dan masyarakat berkebutuhan khusus, hasil kerja sama dengan Gandara Grup.

Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim mengakui tugasnya sebagai jawaban doa saat beribadah umrah. Ia mengakui awalnya merasa kesulitan, tapi kini merasa puitis melihat kekuatan akar agama masyarakat Tasikmalaya. Langkah pertama yang dilakukan dalam masa jabatan adalah memprioritaskan silaturahmi dengan líder, bukan sekadar foto atau ucapan simbolis.

Ketika Letkol Imvan menyampaikan pesan tentang sinergi antarparti, ia menyoroti pentingnya kerja sama yang bertanggung jawab. “Kalau satu tangan gatal, tangan lain otomatis menggaruk. Jangan seperti telinga yang dekat tapi tidak saling membantu,” kata ia. Pesan ini ditolong oleh Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, yang menegaskan siapnya untuk mendukung inisiatif Kodim.

Sektor swasta juga menyelenggarakan dukungan. Presiden Gandara Grup, H. Cahya Gandara, mengklaim pendekatan yang merangkul agama dan budaya adalah strategi cerdas untuk mendorong harmoni di Tasikmalaya.

Kolaborasi ini mencerminkan potensi Tasikmalaya sebagai kota yang mengimbangkan nilai-nilai spiritual dan sosial. Daya dukungan dari berbagai lapisan menunjukkan bahwa keberlanjutan di kota ini bukan hanya tergantung pada program, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk berkomunikasi.

Menggandeng dengan melaksanakan silaturahmi yang berdampak nyata, Tasikmalaya membuktikan bahwa harmonisasi antarparti bukan cuma simbolik. Langkah ini menjadi referensi bagi kota lain yang ingin memperkuat pengertian tanpura.

Dengan ini, Tasikmalaya menunjukkan bahwa kolaborasi antarparti bisa menjadi fondasi budaya yang tumbuh. Semoga ini mendorong komunitas lain menjalani harmoni yang berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan