Santri Terserak Ombak di Pantai Sumur Pandeglang Ditemukan Meninggal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Santri bernama Dafa Kurniawan Fadilah (14 tahun) tercatat hilang di area Pantai Deplangu, Kecamatan Sumur, Banten. Jantungnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim pencarian dan retristik (SAR) yang operasi di lokasi. Berdasarkan data SAR Gabungan, jasad korban terima terima pengangkatan di koordinat 6°40’20″S 105°34’10″E dengan jarak sekitar 0,25 nautik dari lokasi kecelakaan.

Al Amrad, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, menjelaskan tim SAR dibagi menjadi dua unit. Unit pertama menggunakan kapal rubber boat untuk pencarian di area laut dengan jangkauan 2 nautik dari LKP. Unit kedua fokus penyisiran darat ke arah utara dan selatan, sebesar 2 kilometer. Proses penemuan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Jasad korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Sumur dan dikirimkan ke keluarga. Berdasarkan laporan Kapolsek Sumur AKP Erwin Heryadi, korban terlibat dalam terjadinya terombak karena terpapar arus laut yang kuat. “Terseret arus sampe ke tengah laut,” kata Erwin dalam pernyataannya.

Data pelacakan kondisi laut di pantai Sumur menunjukkan tren meningkatnya risiko kecelakaan laut di wilayah pantai Banten. Analisis dari Badan Penanggulangan Bencana Laut menunjukkan bahwamajoritas kecelakaan terjadi saat deras cuaca atau kurangnya pengawasan.

Tidak hanya Dafa, beberapa kasus tercatat hilang di pantai Sumur dalam tahun terakhir. Salah satunya adalah dua mahasiswa UGM yang perihal di kapal yang terlibas ombak. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan sebelum beraktivitas di pesisir.

Saat ini, masyarakat di Sumur diminta untuk tetap waspada saat beraktivitas di pantai, terutama saat cuaca tidak stabil. Pemerintah daerah juga mengajukan langkah peningkatan sistem pengawasan di area pesisir.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita untuk tidak lelah memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga di sekitar lingkungan air. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, mulai dari memahami kondisi laut hingga tidak terburu-buru beraktivitas tanpa persiapan. Semoga kasus serupa tidak terjadi lagi di masa kini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan