Banjir Cirebon Memukul 3 Kecamatan, 1.505 Warga Terdampak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Banjir yang menyusutkan tiga kecamatan di Cirebon, Jawa Barat, sejak Kamis (12/2/2026) malam memengaruhi 1.505 masyarakat. Curah hujan berintensitas tinggi dengan durasi lama mengakibatkan naiknya debit sungai Cijangkelok dan Cisangarung hingga meluas ke kelurahan.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Cirebon, Hadi Eko, menjelaskan tekanan curah hujan membuat sungai tersebut meluas. Hasilnya, permukaan tanah di Pasaleman, Ciledug, dan Losari tertekan.

Ketinggian genangan bervariasi, mulai dari 20 cm hingga 150 cm. Lokasi terendam paling tinggi keluar di Desa Ciledug Wetan. Diri, 485 keluarga (1.505 orang) terjerumuti. Beberapa keluarga đã meninggalkan rumah sementara saat banjir mencapai puncaknya.

“Until now, tidak ada laporan korban atau kematian,” tegas Hadi. Namun, 388 rumah terendam air. BPBD juga mencatat kerusakan infrastruktur, khususnya tembok tanah yang rusak karena aliran air berulang.

Rekomendasi, masyarakat perlu memperkuat sistem pemantauan curah hujan. Teknologi prediksi cuaca bisa membantu persiapan dini. Penanganan banjir tidak hanya tentang penanganan pasca, tapi juga upaya mencegah ketidakpastian di masa depan.

Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk membangun infrastruktur tahan banjir. Investasi di proyek pengolahan air dan pelestarian sungai menjadi solusi jangka panjang. Banjir bukan cuma bencana, tapi ujian kesetaraan sosial bagi semua pihak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan