Bangunan sekolah dapat terjangkau, sarana penerimaan telah terpasang, namun hal kritis yang masih tidak teratasi adalah jalan menuju sekolah. Potret SMAN 11 Kota Tasikmalaya hari ini menunjukkan sekolah yang beroperasi, meski aksesnya masih berisiko seperti janji yang belum terpenuhi. Asep M Tamam, yang memiliki latar belakang sosial politik dan akademik, mempertanyakan bahwa masalah akses menuju SMAN 11 tidak hanya teknis, tetapi juga mengimplikasi hak pendidikan.
“Sekolah negeri adalah layanan umum. Harus memberikan kemudahan, bukan memindahkan masalah ke siswa dan guru,” kata Asep, Rabu (11/2/2026). Ia menekankan bahwa kemampuan anak mengadaptasi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kondisi akses yang tidak optimal. Ketika anak mampu melewati jalur sulit, pemerintah seharusnya tidak sengaja mengabaikan tanggung jawabnya.
“Bulan ini, pemerintah harus berlangkah konkret, bukan hanya janji,” ujarnya. Sebelum tahun ajaran baru 2026/2027, keberlanjutan keberadaan SMAN 11 tergantung pada kenyataan yang bisa dipercaya oleh orang tua dan calon siswa. Keberadaan jalan yang aman dan terbuka harus menjadi prioritas.
Asep membandingkan kondisi SMAN 11 dengan SMA lain di Tasikmalaya. Hambatan aksesnya jauh lebih berat, sehingga memengaruhi citra sekolah sebagai pilihan pendidikan aman. “Beban ini tidak hanya pada siswa, tetapi juga guru, tenaga kependidikan, dan orang tua. Semua berfikir cara keluar, tapi tanggung jawab utamanya tetap di pemerintah,” tegasnya.
Pemerintah perlu menjadi penyelesaikan, bukan hanya pendengar. Langkah konkret dengan waktu yang jelas harus diwujudkan. “Ini adalah tanggung jawab untuk menjadi kabar baik bagi calon siswa 2026–2027,” tambahkannya.
Kondisi akses yang tidak optimal bisa menciptakan persepsi negatif terhadap SMAN 11. Meski sekolah negeri seharusnya menjadi keunggulan, realitanya masih berisiko. “Beban psikologis dan sosial bagi keluarga dan tenaga sekolah sangat signifikan,” kata Asep.
Sebagai solusi, pengembangan infrastruktur tidak hanya teknis, tetapi juga strategis. Misalnya, kolaborasi dengan masyarakat atau peningkatan transportasi umum bisa menjadi alternatif. Penelitian tahun 2025 menunjukkan, akses sekolah yang ramah bisa meningkatkan partisipasi siswa hingga 25% lebih.
Membangun jalan yang aman bukan hanya tentang fasilitas, tetapi tentang investasi dalam masa depan anak-anak. Semua pihak harus berkolaborasi untuk menjadikannya realitas.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.