Luhut, Pertumbuhan Ekonomi 5-6% Bukan Prestasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Luhut Binsar Pandjaitan, ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga di atas 5% sepanjang 2025. Angka ini, meski memuaskan, bukan beschouikan untuk pemerintah. Menurutnya, Indonesia harus mencapai target pertumbuhan sekitar 8% sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto.

Jika tujuan tersebut tidak tercapai, negara berisiko terjebak dalam middle income trap. Hal ini lebih krusial karena bonus demografi domestik hanya akan berakhir pada 2041-2042. Luhut menekankan bahwa semua pihak harus sadar dengan batasan waktu ini.

Mengatasi tantangan, Luhut menyatakan bahwa peningkatan investasi merupakan kunci utama. APBN hanya berkontribusi 15-16% terhadap pertumbuhan, sedangkan sisanya berasal dari investasi pribadi. Ia mengajak investor untuk menikmati peluang dengan “karpet merah” agar dampaknya maksimal.

Perbaikan pasar modal dianggap langkah awal untuk menarik minat investor asing. Pasar modal yang baik tidak hanya menjadi petunjuk untuk investor, tetapi juga indikasi kepercayaan terhadap pasar Indonesia. Luhut menyebutkan contoh India, di mana reformasi pasar modal meresmikan naik investasi 9 kali lipat.

Meskipun ketidakpastian global tetap ada, Luhut percaya Indonesia masih solid. Pertumbuhan ekonomi 5,5% tulisnya mudah dicapai, tapi harus lebih tinggi. Strategi yang tepat bisa menjadi solusi untuk menghindari middle income trap.

Dengan fokus pada investasi dan perbaikan pasar modal, Indonesia bisa melekat di atas 8% dan mengubah posisinya sebagai negara berkembang. Harus diingat bahwa masa depan negara ini tergantung pada keputusan yang dibuat sekarang.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan