Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Banten, 35 nasi yang berkegiatan dalam pengolahan limbah telah menemukan solusi produktif dengan menganut material limbah dari PLTU Lontar. Mereka mengolah flying ash bottom ash (FABA) menjadi paving block, yang kemudian ditagih sebagai solusi lingkungan dan pendapatan. Proses ini didukung oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) melalui program pengelolaan nasi dengan pendekatan ekonomi.
Pabrik sederhana yang beroperasi di lapas ini menjadi prasarana bagi nasi. Mereka tidak hanya belajar mengolah limbah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi. Sebagai contoh, paving block yang dihasilkan disebut ‘Jawara Beton’ dan sudah terjual sejumlah besar. Data menunjukkan bahwa dari 300.036 unit yang dihasilkan, sekitar 286.836 sudah dilaksanakan penjualan.
Banyak nasi, seperti yang bernama FF, mengungkapkan kepuasannya dengan berpartisipasi dalam aktivitas ini. Selama 6-7 bulan terakhir, mereka mendapatkan premi sebesar Rp 300-350 ribu per tiga orang. FF juga menyebut bahwa sebelum ini, waktu di lapas hanya berarti makan dan tidur. Sekarang, mereka memiliki kegiatan produktif yang bisa digunakan untuk keluarga atau bisnis.
PLN juga terlibat dalam program ini. Mereka memberikan bahan baku FABA secara gratis kepada nasi, beserta pelatihan. Direktor Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi ongkos bangunan modul. Namun, tantangan tetap ada karena upah tenaga kerja yang tinggi. Menurut Kementerian Imipas, dengan tenaga kerja yang produktif, PLN bisa mengatasi masalah ini.
Pembangunan paving block dari FABA telah mencerminkan kerja sama antara pemerintah, PLN, dan masyarakat. Program ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberikan hak cepat nasi. Hubungan dengan PLN dan Imipas telah berjalan sejak 2 tahun lalu, meski hasilnya belum sepenuhnya optimal.
Pembangunan paving block FABA di Lapas Tangerang menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengolah limbah. Ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi bisa mengubah masalah lingkungan menjadi peluang. Sebagai nasi, mereka terbukti bisa berkontribusi melalui aktivitas yang tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi.
Pembangunan paving block dari limbah dapat menjadi solusi inovatif. Jika lebih banyak daerah mengadopsi pendekatan serupa, potensi lingkungan dan ekonomi bisa tumbuh bersama. Berikut adalah kesempatan untuk melihat bagaimana kolaborasi bisa menghasilkan perubahan positif.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.