Rumah Tangga di BGSi Dikenal Jual Data Genomik, Menkes Rilis Fakta

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) Indonesia tidak akan memungkinkan penyaluran data genomik warga ke luar negeri. Sebaliknya, ia menekankan bahwa dengan penguatan laboratorium dan sistem penyimpanan yang terpusat di dalam negeri, pengawasan terhadap informasi genomik akan lebih ketat. Menkes menjelaskan, hingga kini banyak laboratorium mengumpulkan data genomik di luar Indonesia, tetapi dengan pendekatan baru ini, data akan dikehendaki di dalam negeri sehingga tidak akan keluar.

Sistem keamanan yang digunakan dalam penyimpanan data genomik merupakan sistem keamanan nasional. “Kalau pertanyaannya sistem keamanannya gimana? Ya ini sudah sistem keamanannya negara lah yang kita pakai,” kata Menkes.

Program ini diinisiasi untuk meningkatkan riset genomik, dengan tujuan meningkatkan akurasi diagnosa dan pengobatan melalui pendekatan yang lebih personal. Menkes memberikan contoh: seseorang yang berbatuk cenderung langsung minum obat umum seperti parasetamol, tetapi dengan tes genom, bisa mengetahui jenis batuk spesifik dan memberikan obat yang tepat. Biaya pemeriksaan genom sekarang jauh lebih terjangkau karena kemajuan teknologi, sehingga bisa dilakukan dengan efisiensi yang lebih tinggi.

Target program BGSi adalah mencapai 400 ribu sampel genom hingga 2030. Setiap tahun, jumlah sampel yang dikumpulkan ditargetkan meningkat, mulai dari 100 ribu hingga 400 ribu dalam dekade. Inisiatif ini juga berpotensi diterapkan di bidang pertanian dan kesehatan hewan. Konsorsium riset akan dibentuk dengan partisipasi Kemenkes, akademisi, dan BRIN, dengan fokus awal pada stroke, jantung, dan kanker payudara.

Pemenuhan target ini membutuhkan kerja sama intensif dan perekonomian teknologi. Menyesuaikan pemeriksaan genom dengan kebutuhan masyarakat bisa menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kesehatan nasional. Teknologi genomik tidak hanya mengoptimalkan diagnosa, tetapi juga menyediakan data untuk pengembangan agroekologi dan perawatan hewan.

Ini adalah langkah strategis Indonesia untuk memanfaatkan potensi genomik dalam pengembangan kesehatan. Dengan memikul data genomik dalam negeri, negara bisa mengurangi risiko penyaluran informasi sensitif ke pihak luar. Fokus pada kebutuhan lokal dan penelitian yang relevan akan memperkuat keberlanjutan program ini.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan