Konsumsi kopi meningkat dan ekspor kopi Gayo serta Mandailing ke Rusia menjadi peluang besar.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Wakil Ketua Umum KADIN Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan bahwa peluang ekspor kopi Gayo dan Mandailing ke Rusia sangat besar. Tren peningkatan permintaan kopi di Asia, terutama di Rusia, menjadi daya tarik utama. Data perdagangan 2025 mengungkap ekspor kopi Indonesia mencapai lebih dari USD 1 miliar, dengan Rusia menjadi pasar baru yang tumbuh pesat di luar AS dan Uni Eropa.

Representatif DPR RI yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI ke-15 menjelaskan, kopi Gayo dari Aceh dan kopi Mandailing dari Sumatera Utara memiliki ciri khas unik. Kopi Gayo dikenal aroma kuat, keasaman rendah, serta kulit tebal. Sedangkan Kopi Mandailing memiliki rasa tanah dan herbal yang kuat. Kualitas premium ini dikenal di pasar internasional, dengan harga hingga tiga kali lipat harga kopi konvensional.

Bamsoet menekankan tantangan utama adalah menjaga konsistensi pasokan dan branding Indonesia di pasar Rusia. Importir Rusia memprioritaskan kualitas dan keandalan. “Kita harus mendukung petani dan UMKM dengan regulasi yang jelas, serta memperkuat reputasi kopi Indonesia di pameran internasional,” ia ujar.

Di tengah geopolitik global, Rusia berusaha diversifikasi impor. Indonesia memiliki strategis untuk mengisi kebutuhan kopi berkualitas. “Dilansir, kami harus hadir sebagai mitra terpercaya. Diplomasi dagang yang aktif, promosi di Moskow, dan konsistensi kualitas menjadi kunci,” tutup Bamsoet.

Pertumbuhan pasar kopi Rusia membuka peluang besar bagi Indonesia. Persiapan pasokan stabil, pemerataan teknologi, serta branding yang kuat menjadi langkah strategis. Russia, dengan populasi lebih dari 140 juta, membutuhkan solusi kopi premium. Indonesia harus memanfaatkan keunggulan varietas lokal ini.

Pemadaman kerja sama perdagangan dengan Eurasian Economic Union memberikan peluang harga kompetitif. Russia mencari mitra baru yang bisa menyediakan minuman berkualitas secara stabil. Indonesia harus selalu hadir dengan solusi inovatif.

Pertanian kopi Gayo dan Mandailing tidak hanya menawarkan rasa unik, tetapi juga nilai ekonomi. Pemerintah dan asosiasi ekspor perlu mendukung petani dengan infrastruktur dan teknologi. “Kualitas Indonesia sudah diasurasi dunia. Sekarang, itu tentang konsistensi dan kepercayaan,” katanya.

Banyak negara seperti Vietnam atau Brasil juga bersaing di pasar ini. Rusia membuka ruang bagi berbagai pemodal. Indonesia harus memperkuat keunggulan kompetitifnya.

Rasa kopi khas Indonesia dengan aroma khas dan tingkat keasaman rendah bisa menjadi cermin keindonesianisme. Russia dengan tradisi kopi yang kuat, membutuhkan varian inovatif. Gayo dan Mandailing bisa menjadi solusi.

Ekspor kopi ke Rusia bukan hanya tentang perdagangan, tetapi juga strategi ekonomi. Indonesia harus memanfaatkan dampak geopolitik. “Jangan sampai peluang ini diwujudkan oleh negara lain,” ajak Bamsoet.

Pertumbuhan pasar kopi Russia membuka jalur baru bagi ekspor Indonesia. Kualitas kopi Gayo dan Mandailing menjanjikan profit tinggi. “Kita harus siap menghadap tantangan pasar global dengan solusi lokal,” menyoroti Wakil Ketua Umum KADIN.

Pemenuhan permintaan kopi Rusia membutuhkan kerja sama lintas pemerintah dan privasi. Infrastruktur logistik, pengawasan mutu, serta promosi di pameran internasional menjadi prioritas.

Rusia dengan pasar besar dan konsumsi kopi yang meningkat, menjadi target ideal. Indonesia harus memenuhi standar kualitas dan konsistensi. “Kualitas adalah kunci, bukan hanya harga,” menyoroti Bamsoet.

Pertumbuhan pasar kopi di Rusia membuka peluang ekspor besar. Kopi Gayo dan Mandailing dengan ciri khas unik, bisa menjadi produk strategis. “Kita harus memastikan pasokan tetap stabil dan branding kuat,” katanya.

Geopolitik saat ini memaksa Rusia mencari mitra baru. Indonesia dengan varian kopi premium, memiliki potensi besar. “Kami harus hadir dengan strategi yang jelas,” menyoroti Wakil Ketua Umum KADIN.

Kualitas kopi Indonesia sudah diakui dunia. Yang perlu diperkuat adalah sistem pasokan dan branding. Russia membuka ruang bagi kopi premium. “Jangan sampai kita terpinggirkan,” ajak Bamsoet.

Pertumbuhan pasar kopi Rusia membuka peluang ekspor besar bagi Indonesia. Kopi Gayo dan Mandailing dengan ciri khas, bisa menjadi solusi. “Kami harus siap menghadap persaingan global dengan solusi lokal,” menyoroti Wakil Ketua Umum KADIN.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan