Penjelasan Dokter tentang Vertigo, penyakit yang menyebabkan Hedy Yunus harus dimasukkan ke ICU

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Hedi Yunus mengungkapkan pengalaman penuh vertigo yang memaksa ia masuk ke Intensive Care Unit (ICU) di Surabaya beberapa hari lalu. Ia menjelaskan saat diperiksa, tekanan darahnya mencapai tingkat kritis.

Meskipun Hedi memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi dan mengonsumsi obat sehari-hari, ia mengira kondisi vertigo parah yang membuatnya mual-mual berakar dari aktivitas rutin yang berlebihan.

Hasil MRI menunjukkan tekanan darahnya tetap tinggi, sebesar 200/130 mmHg. Hedi mengakui genen tubuhnya memicu kondisi ini.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito A Damay, menjelaskan hubungan antara hypertension dan vertigo tidak langsung. Hipertensi umumnya tidak memicu gejala berputar seperti vertigo.

Namun, hypertension yang tidak terkontrol dapat memicu penyempitan pembuluh darah. Hal ini mengganggu aliran darah ke otak dan telinga, yang dapat menyebabkan pusing dan ketergantungan.

Dr Vito menekankan, vertigo berat biasanya muncul sebagai dampak komplikasi seperti stroke atau gangguan serebelum. Risiko meningkat pada pasien dengan hipertensi kronis.

Hedianya mengingatkan, mengawasi tekanan darah secara teratur sangat penting, terutama bagi yang memiliki keluarga berkeluarga dengan riwayat hipertensi.

Untuk riwayat medis seperti Hedi, konsultasi dengan spesialis jantung atau otorologi menjadi langkah wajib. Deteksi dini dapat mencegah penyakit berpotensi berbahaya.

Kondisi vertigo yang parah sering kali menjadi tanda sengaja tubuh. Jangan memandangnya sebagai gangguan biasa. Konsultasi medis segera dapat menyelamatkan risiko komplikasi.

Pendidikan kesehatan tentang hubungan hypertension dan gangguan otak perlu diperkuat. Informasi lebih jelas bisa membantu masyarakat merancang kebiasaan sehat lebih dini.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan