Pekat 2026: Polda Metro Sita Mengancam 347 Kg Narkoba dan 1.280 Tersangka

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Operasi terpilih “Pekat Jaya” oleh Polda Metro Jaya telah berlangsung selama 15 hari dalam periode 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Jajaran reserse narkoba berhasil memadukan 347,94 kilogram bahan narkoba berjenis berbeda. Komite Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, mengungkapkan bahwa selama aktivitas ini, 924 kasus pelanggaran hukum terkait narkoba dilaporkan, sambil 1.280 tersangka ditangkap.

Pemikirannya mengacu pada kebutuhan untuk mencegah dampak negatif narkoba seperti penyakit fisik, tawuran, dan gangguan ketertiban umum. David menekankan bahwa hasil ini mencerminkan keinginan Polda Metro Jaya dalam menjaga keamanan masyarakat di wilayahnya. Pelaksanaan ini juga bertujuan memfasilitasi puasa Ramadan dengan kondisi aman dan nyaman bagi masyarakat.

Data tambahan menunjukkan penguntungan dari operasi ini mencakup 11.422 gram sabu, 40.492 gram ganja, serta bahan narkoba lain seperti ekstasi dan tembakau sintetis. Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa aktivitas ini tidak hanya terbatas pada “Pekat Jaya”. Operasi rutin lainnya berhasil mengindikasikan 603 orang terlibat dalam perbuatan narkoba, sambil 445 orang lain ditangani melalui pembinaan.

Jenis narkoba yang terbangkap mencakup 99.919 butir obat berbahaya, 2.948 botol miras, serta uang tunai sebesar Rp12,3 juta. Pembunuhan ini mencerminkan upaya berkelanjutan Polda Metro Jaya dalam mencegah penyebaran narkoba.

Keberhasilan operasi ini menjadi indikasi bahwa pendekatan intensif terhadap peredaran narkoba bisa memberikan dampak nyata. Namun, tantangan tetap besar karena kebutuhan masyarakat untuk menghindari risiko narkoba yang terus berkembang. Kolaborasi antarinstansi dan kampanye edukasi menjadi kunci untuk memperkuat dampak positif ini. Siapa pun yang bergerak di bidang kesehatan atau keamanan harus terus mengembangkan strategi inovatif untuk mencegah kecanduan dan pelanggaran hukum terkait narkoba.
Operasi “Pekat Jaya” Polda Metro Jaya yang berlangsung selama 15 hari dari 28 Januari hingga 11 Februari 2026 telah memberikan hasil signifikan. Jajaran reserse narkoba berhasil memadukan 347,94 kilogram bahan narkoba berjenis berbeda. Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan ini, 924 kasus tindak pidana narkoba diketahui, sambil 1.280 terlindungi dari pelanggaran.

David menekankan bahwa aktivitas ini bertujuan untuk mencegah dampak negatif seperti penyakit fisik, tawuran, serta gangguan ketertiban umum. Keberhasilan ini juga mendukung kehadiran masyarakat dalam menjalani puasa Ramadan dengan kondisi aman. Data tambahan menunjukkan varietas narkoba yang terlibat, mulai dari sabu, ganja, hingga ekstasi. Bumi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa operasi ini tidak hanya fokus pada “Pekat Jaya” saja. Aktivitas rutin lainnya berhasil mengindikasikan 603 orang terlibat dalam perbuatan narkoba, sambil 445 orang lain ditangani melalui pembinaan.

Jenis narkoba yang terbangkap mencakup 99.919 butir obat berbahaya, 2.948 botol miras, serta uang tunai sebesar Rp12,3 juta. Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa pendekatan intensif terhadap peredaran narkoba dapat memberikan dampak nyata. Namun, tantangan tetap berat karena kebutuhan masyarakat untuk menghindari risiko narkoba yang terus berkembang. Kolaborasi antarinstansi dan kampanye edukasi menjadi kunci untuk memperkuat dampak positif ini.

Pembangunan masyarakat yang bebas dari narkoba memerlukan komitmen terus-menerus. Pemerintah serta masyarakat wajib bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Edukasi dini tentang risiko narkoba dan pelajaran moral dalam keluarga diperlukan untuk mencegah kecanduan sejak dini. Setiap langkah kecil dalam mencegah penyebaran narkoba bisa menjadi langkah besar untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan