Sistem Drainase Inadequate menyebabkan Banjir di Jalan depan Pendopo Baru di Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Tasikmalaya, kawasan depan Pendopo Baru sedang mengalami ketergangguan pagi ini karena genangan air yang menggelang. Kondisi ini terjadi Usai hujan deras yang menetes malam sebelumnya, sehingga jalan utama yang seharusnya menjadi jalur akses dan simbol pemerintahan tidak merah.

Saluran drainase di depan kompleks pendopo terlihat terpaku dengan rumput liar dan tanah, sehingga air tidak dapat mengalir lancar. Apalagi saat hujan deras turun, genangan langsung meluap ke jalan, mengganggu mobil dan pejalan kaki. Beberapa pengendara sepeda motor dipaksakan untuk mengurangi kecepatan, sementara warga mencari jalur alternatif yang lebih kering.

Rima, warga sekitar usia 35 tahun, mengakui genangan ini sering muncul ketika hujan turun dengan kekuatan tinggi. Menurutnya, penyebab utama adalah drainase yang jarang dibersihkan secara rutin. “Air dari selokan terus memasuki jalan. Jika hujan terus seperti ini, pasti begini,” katanya. Ia berharap pemerintah lebih fokus pada kebersihan drainase, terutama di lokasi yang strategis di depan rumah dinas bupati.

Firman, warga lain yang juga berkeluhan, memaksimalkan bahwa condisi ini merusak keindahan kawasan yang seharusnya menjadi cerminan pemuda dan kepemimpinan baik. “Kondisi pendopo seperti ini terkesan seperti tidak memperhatikan. Harusnya lebih rapi dan dibersihkan,” ujarnya.

Penghilangnya drainase yang optimal tidak hanya mengacaukan mobilitas, tetapi juga merugikan citra pemerintahan daerah. Rencana perawatan rutin saluran air menjadi solusi krusial untuk mencegah keadaannya terjadi lagi.

Genangan di depan pendopo ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk tidak mengabaikan infrastruktur dasar. Drainase yang berfungsi bukan hanya untuk mencegah banjir kecil, tetapi juga untuk menjaga wajah kota tetap terwujud.

Pemerintah wajib segera mengupal masalah drainase di depan Pendopo Baru. Tanpa aksi cepat, genangan seperti ini mungkin menjadi kerugian reguler yang mengganggu kehidupan warga dan mengurangi keimpenan pemerintahan. Perbaikan sistem drainase bukan hanya soal fisik, tetapi juga penampilan dan kepercayaan masyarakat terhadap pejabat daerah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan