Hashim Diwadakan Ketat oleh Bos Baru OJK & BEI

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Pemerintah menyatakan siap memperkuat pengawasan terhadap pasar modal setelah peringatan dariMorgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi. Pengawasan ini mencakup tidak hanya Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pemerintah ini menegaskan nada ini melalui peringatan langsung oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, kepada Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, serta Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. “Saya mendorong Anda untuk memastikan kredibilitas pasar,” kata Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum (ACF) di BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Peringatan MSCI dianggap berpotensi merugikan kredibilitas negara. Di sisi lain, kondisi ini juga dianggap memengaruhi investor retail, terutama karena anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hashim menegaskan bahwa pemerintah berusaha menjaga kredibilitas dengan pengawasan yang matang, pengenapan ini juga menjadi perhatian besar Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai penjelasan, peringatan MSCI memicu anjlok IHSG pada dua hari perdagangan. Indeks saham sempat turun hingga 7,35% ke niveau 8.320,55 saat perdagangan Rabu (28/1). Pada hari yang sama, IHSG juga mengalami trading halt atau penghentian sementara perdagangan di sesi II.

Langkah trading halt diambil BEI setelah IHSG turun 8% pada sesi I perdagangan Kamis (29/1). Meski terjadi penghentian, IHSG kembali meningkat di penutupan perdagangan, meski masih terkoreksi 1,06% ke 8.232,20.

Pembentukan transisi ini juga menimbulkan pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama BEI. Ia mengungkapkan pengunduran diri ini merupakan tanggung jawab atas anjlok pasar. “Dua hari terakhir, kondisi pasar masih bikin saya merasa tidak tenang. Saya ingin menjanjikan bahwa saya sebagai Direktur Utama BEI mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab saya,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1).

Peran pemerintah, regulator, dan investor diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar. Kita harus terus menghadapi tantangan dengan kolaborasi yang efektif.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan