Prabowo Subianto’s Murka Context Explained by MSCI Warnings

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Prabowo Subianto berserak dalam mengkritik pengumuman MSCI yang mengkritik transparansi pasar modal Indonesia. Anekdotanya memicu kenaikan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta memicu kekhawatiran Internasional terhadap imaj negara.

Hashim Djojohadikusumo, yang menjabat utusan khusus Presiden, menjelaskan keluh kesah Presiden tersebut. “Kehormatan Indonesia terancam” menjadi sorotan utama dalam ceramah ASEAN Climate Forum di BEI. Ia menekankan dampaknya pada investor ritel yang menjadi korban, serta keinginan pemerintah untuk memperkuat pengawasan pasar modal.

BEI sendiri membenarkan dukungan pemerintah. Jeffrey Hendrik, pejabat sementara Direktur Utama BEI, mengakui pemberdayaan dari pemerintah untuk mempercepat reformasi pasar. “Kami akan segera menyelesaikan pembiayaan regulasi yang diperlukan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, IHSG mengalami penurunan dramatis hingga 7,35% setelah pengumuman MSCI. Pasar saham mengalami trading halt saat turun 8% di sesi I, meski kemudian kembali mendorong sejenis 1,06%. MSCI memberi masa hingga Mei 2026 untuk memperbaiki ketidakan transparansi, seperti penurunan bobot saham di Indeks Pasar Emergen. Keputusan ini memungkinkan otoritas pasar untuk menghindari turunnya status Emerging Market.

Prabowo Subianto dengan tekad tinggi akan memastikan korporasi dan otoritas pasar tetap bertanggung jawab. Reaksi pemerintah batas terhadap ancaman global ini menegaskan komitmen untuk menjaga keakrolan ekonomi Indonesia.

Indonesia harus menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi kritik internasional. Langkah-langkah reformasi pasar modal yang cepat dan transparan bisa menjadi bukti keberlanjutan. Masa depan pasar modal Indonesia ditentukan oleh keputusan yang diambil sekarang. Semua pihak harus berkolaborasi untuk membangun pasaran yang lebih inklusif danaman.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan