Positif tips usai Rakor di Jakarta, wali kota Tasikmalaya menjalani bedrest total

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan sedang dalam proses perawatan karena terkena tifoid. Kondisi ini membuatnya tidak terlibat dalam berbagai kegiatan umum selama lebih dari satu minggu terakhir. Secara biasa, Viman aktif berpartisipasi dalam berbagai pertemuan pemerintahan yang sering kali dikomunikasikan melalui media sosial pribadi atau akun resmi pemerintah kota. Hingga pukul siang Rabu (11/2/2026), kehadiran Wiman masih belum tercatat di ruang publik.

Sumber terpercaya Radar Tasikmalaya menginformasikan bahwa Wiman sedang menjalani istirahat total karena tifoid. Sebagai kutipan tersebut, “Pak wali sakit tipes. Mulainya waktu malam, dia kehadiran di acara keluarga 1 Februari 2026 masih demam. Saat itu, beliau masih bisa menemani tamu hingga setelah magrib karena tamu masih ada,” ujar seseorang, Rabu (11/2/2026). Setelah acara tersebut, Viman langsung kembali ke Sentul untuk rapat koordinasi bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Namun, kondisinya merusak setelah pulang.

“Setelah keberangkatan dari rapat, Viman langsung terperebut. Demamnya turun drastis,” menjelaskan sumber tersebut. Akibat kondisi kesehatan, Wiman tidak dapat menghadiri acara keluarga seperti unduh mantu adiknya di Bandung. “Ke acara di Bandung pun tidak bisa berangkat karena tubuh belum sehat dan demamnya masih tinggi,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra saat peresmian Kampung Sosial di Kelurahan Tuguraja, Selasa (10/2/2026), juga menyampaikan kondisi Wiman kepada publik. “Mohon doanya sembuh secepat mungkin. Pak wali sedang sakit tipes,” tegasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Tasikmalaya, Amran Saefullah, mengukur bahwa tes laboratorium mengonfirmasi Viman positif tifoid setelah aktifitas padat di Jakarta. “Bagi yang demam dan tidak nyaman setelah rakor, laboratorium menyebarkan hasil positif tifoid. Sekarang, Wiman diperintahkan beristirahat total,” menjelaskan Amran.

Meskipun demikian, kondisi Viman mulai semakin baik. Amran menambahkan bahwa perawatan dilakukan dengan pengawasan penyakit yang tepat.

Tifoid tetap menjadi tantangan kesehatan umum di banyak wilayah. Penanganan dini dengan konsultasi medis terbaik sangat penting untuk mencegah beresiko pasien. Penyebaran virus melalui konsumsi makanan atau air tidak bersih tetap menjadi faktor utama.

Studi kasus menunjukkan bahwa Wiman, meski aktif dalam pengadilan politik, tidak dapat menghadiri beberapa aktivitas penting. Hal ini mengingatkan bahwa kesehatan wali negara harus menjadi prioritas mutlak.

Fakta ini menunjukkan bahwa leader politik tidak dapet dari apapun. Kondisi fisik dan mental tetap menjadi dasar untuk menjalankan tugasnya dengan baik.

Semua orang perlu bersikap lebih peduli terhadap kesehatan. Secara sederhana, merawat tubuh dengan pola hidup sehat dan segera mengobati demam bisa mencegah penyakit serius seperti tifoid.

Pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kesehatan juga sangat penting. Jika lebih banyak orang memahami risiko penyakit infeksi, incident seperti ini bisa diatasi lebih cepat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan