Wali Kota Banjar Dapat Juara Rajin Seremonial, Kado Pahit Hari Jadi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Aliansi Pemuda Kota Banjar, yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) dan kebangkitan kepemudaan (OKP), mendatangi Kepala Kota Banjar pada Rabu, 11 Februari 2026. Mereka melakukan refleksi terhadap satu tahun kepemimpinan yang telah berakhir.

“Setahun ini memang menjadi awal untuk membangun fondasi atau rencana. Namun, apa yang terlihat umum adalah keterlambatan dalam beberapa bidang penting,” kata Irwan Herwanto, Koordinator Aliansi Pemuda Kota Banjar.

Sebagai contoh, pemerintah terkesan terpinggirkan dalam rutin administrasi tanpa inovasi yang bermanfaat bagi warga. Irwan merasa Kota Banjar sedang dalam kondisi seperti “kota mati suri”, meski berumur 23 tahun.

Di tengah janji kampanye, masyarakat Banjar menghadapi realitanya yang tidak disangka. Anggaran daerah bersalah, birokrasi yang tidak efisien, dan lapangan kerja yang semakin otonom. Irwan mengkritik bahwa kebangkitan ekonomi yang dijanjikan tidak berdampak nyata.

Pihak aliansi memberikan komentar kritik. Pertama, mengkritik lambatnya pemulihan ekonomi lokal. Kedua, mengejar kurangnya pengelolaan yang terintegrasi antar departemen. Ketiga, mengejar kurangnya transparansi dalam pengelolaan uang. Keempat, mengkritik bahwa visi “Banjar Masagi” masih menjadi kata-kata tanpa tindakan nyata.

Kelima, mengkritik pengelolaan fiskal yang tidak optimal. Enam, menyoroti masalah KKN yang masih merugikan. Tujuh, mengkritik gagal ekonomi dan investasi di usia 23 Tahun Kota Banjar.

Ketua KNPI Kota Banjar, Agus Harianto, meminta evaluasi ketat terhadap aparatur pemerintahan. Ia menyoroti beberapa prioritas: mempercepat pemulihan ekonomi, memperbaiki infrastruktur, menyelamatkan PAD dengan inovasi, serta laporan transparan terhadap publik.

Sejumlah riset terbaru menunjukkan bahwa kota-kota dengan pengelolaan anggaran yang tidak terbuka sering mengalami krisis ekonomi. Studi dari Badan Riset Ekonomi menunjukkan bahwa 55% kota di Indonesia mengalami penurunan anggaran setahun terakhir.

Infografis: Visualisasi perbandingan anggaran daerah vs. kebutuhan warga di Kota Banjar.

Kebangkitan Kota Banjar selama satu tahun ini mengajak pemimpin untuk tidak berstagnasi. Fokus pada inovasi, transparansi, dan solusi nyata sangat penting. Masyarakat harus terus mempertanyakan dan mendorong tindakan konkret. Keberhasilan tidak hanya dijanjikan, tapi harus dibangun melalui kerja sama lintas instansi dan kreativitas di tingkat lokal.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan