8 Orang Terlibat dalam Acciden Pesta Miras Maut di Jepara, 6 Meninggal dan 2 Masih Kritis

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

JAKARTA – Terjadi kecelakaan berbahaya di sebuah warung di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Jawa Tengah, yang menyebabkan kematian enam individu. Polis menyatakan dua korban masih dalam kondisi kritis saat ini.

“Total korban mencapai 8 orang, dengan 6 yang telah meninggal dunia dan dua lagi dirawat,” menjelaskan Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto, saat rapat pers di Polres Kabupaten. “Kondisi kedua korban masih kritis sehingga membutuhkan perawatan intensif,” tambahnya.

Daftar korban mencakup:

  • MAZ (33) dari Mlonggo,
  • FR (38) dari Mlonggo,
  • S (51) dari Pakis Aji,
  • NU (58) dari Pakis Aji,
  • SH (53) dari Pakis Aji,
  • ESW (33) dari Pakis Aji.

Bukti yang ditemukan meliputi jerikens warna putih, satu gelas minuman keras, 11 botol air, alat saringan, pompa air, ember, gelas, serta beberapa makanan seperti susu dan madu.

“Kami masih mengecek hal-lah hal tertentu terkait originasi minuman tersebut,” kata Hadi. Polisi menyarankan masyarakat untuk hati-hati mengonsumsi produk lokal yang tidak terkontrol.

Baca informasi lengkapnya di sini.

Risiko konsumsi minuman keras tanpa pengawasan tetap menjadi ancaman bagi masyarakat. Pelaksaan seperti ini mengingatkan أهمية pendampinganregulation produksi dan distribusi produk minuman tradisional. Kesehatan warga mesti menjadi prioritas, terutama di daerah dengan tradisi konsumsi miras yang kuat.
JAKARTA – Gempa bencana berbahaya terjadi di warung di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Jawa Tengah, yang menyebabkan kematian enam individu. Polisi menyatakan dua korban masih dalam kondisi kritis saat ini.

“Total korban mencapai 8 orang, dengan 6 yang telah meninggal dunia dan dua lagi dirawat,” menjelaskan Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto, saat rapat pers di Polres. “Kondisi kedua korban masih kritis sehingga membutuhkan perawatan intensif,” tambahkannya.

Daftar korban mencakup:

  • MAZ (33) dari Mlonggo,
  • FR (38) dari Mlonggo,
  • S (51) dari Pakis Aji,
  • NU (58) dari Pakis Aji,
  • SH (53) dari Pakis Aji,
  • ESW (33) dari Pakis Aji.

Bukti yang ditemukan meliputi jerikens warna putih, satu gelas minuman keras, 11 botol air, alat saringan, pompa air, ember, gelas, serta beberapa makanan seperti susu dan madu.

“Kami masih mengecek hal-lah hal tertentu terkait asal minuman tersebut,” kata Hadi. Polisi menyarankan masyarakat untuk hati-hati mengonsumsi produk lokal yang tidak terkontrol.

Baca informasi lengkapnya di sini.

Konsumsi minuman keras tanpa pengawasan tetap menjadi ancaman bagi masyarakat. Pelaksaan seperti ini membuka perhatian akan pentingnya regulasi produksi dan distribusi produk tradisional. Kesehatan warga mesti menjadi prioritas, terutama di daerah dengan kebiasaan konsumsi miras yang kuat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan