Korban Aplikasi MBA Dipandang Polres di Tasikmalaya, Berbagai Kerugian Terjadi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya: Laporan Polisi Terkait Impian Investasi Digital

Warga yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan aplikasi MBA mendatangi Polres Tasikmalaya. Mereka menyampaikan klaim bahwa aplikasi ini menuntut modal dengan janji keuntungan tinggi, tetapi hasilnya hanya menumpuk angka di layar.

Kerugian para korban bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta. Modal dari rekening kecil hingga tabungan pribadi mereka justru terpaksa masuk ke aplikasi ini, yang hanya menampilkan saldo tanpa kemungkinan penarikan.

Salah satu korban, Hendi Riswandi (33), parungponteng, mengungkap ceritanya. Awalnya dia dipersuasi keluarga untuk mencoba aplikasi ini. “Awalnya takut penipuan, tapi karena orang terpercaya, akhirnya ikut,” kata Hendi. Dia mulai dengan deposit Rp500 ribu, lalu tergoda meningkatkan modal hingga Rp13,5 juta.

Janji penghasilan harian hingga Rp450 ribu muncul, tetapi tidak pernah terbayar. Saldo tetap ada di aplikasi, tapi tidak bisa disalin. “Sekarang sudah lebih dari dua bulan, belum pernah dapat uang,” ujarnya.

Lokasi basecamp aplikasi ini berada di Tasikmalaya. Meski disebut sebagai pusat operasi, Hendi mengakui bahwa jaringan aplikasi ini tersebar hingga Pangandaran. “Orang yang bertanggung jawab di Tasikmalaya juga mengelola aktivitasnya di luar kota,” katanya.

Pemersamaan ini mengakibatkan keluarga Hendi, termasuk istri, mertua, hingga Orang Tua, juga terlibat. Semua mereka melakukan deposit dengan nominal berbeda.

Pemuda harus waspada terhadap janji keuntungan yang terlalu menjanjikan, terutama di platform digital. Investasi tanpa verifikasi yang tepat sering kali menghabiskan modal tanpa retur nyata.

Arahkan perhatian untuk melindungi diri dari kebijakan finansial yang menjanjikan keuntungan tanpa risiko. Kesadaran akan menjadi kunci untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan