Jakarta – Di konferensi keamanan internasional di Munich 2026 yang dimulai pada Jumat (6/2/26), isu keamanan trans-Atlantik dan pertahanan Uni Eropa menjadi fokus utama pembicaraan. Selama satu tahun terakhir, Uni Eropa semakin menekankan pembangunan strategi pertahanan mandiri serta pembangun industri pertahanan lokal yang kuat. Hal ini disebabkan oleh pengaruh pejabat Trump dalam berbagai isu geopolitik, mulai dari negociasi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina hingga ketegangan terkait Greenland.
Para pemimpin Eropa belum mengungkapkan rencana resmi, namun Uni Eropa telah menyiratkan pengurangan ketergantungan pada Amerika Serikat. Data dari SIPRI menunjukkan bahwa AS tetap mendominasi pasar pertahanan global dengan pangsa pasar 35%, diikuti oleh Rusia (21%), Prancis (8%), Jerman (7%), dan Cina (5%). Lima negara ini menopang 74% dari perdagangan senjata dunia dari 2000 hingga 2024.
Meskipun data impor hanya mencerminkan sebagian ketergantungan suatu negara, analisis dari Bruegel dan CSIS mengungkapkan bahwa kolaborasi teknologi dan manajemen di sektor pertahanan sering tidak tercatat dalam transaksi ekspor-impor. Produk pertahanan tidak hanya berupa senjata fisik, tetapi juga perangkat lunak dan peningkatan sistem yang memaksa pemerintah berkelanjutan pada produsen.
Di Kawasan Eropa, 46% impor senjata dari AS, sementara Asia meraih 35%. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Filipina sangat bergantung pada AS. Pada dekade 2020-2024, ketergantungan ini meningkat. Namun, beberapa negara mengusung strategi diversifikasi, seperti Yunani yang membeli senjata dari berbagai sumber.
Eksperta menekankan bahwa kemandirian industri pertahanan adalah kunci resiliensi. Uni Eropa telah merencanakan strategi Readiness 2030 dengan rencana pendanaan untuk mendorong investasi teknologi pertahanan. Namun, tantangan logistik dan ketersediaan logam tanah jarang dari Cina masih menjadi penghalang.
Membangun industri pertahanan mandiri bukan hanya tentang produk fisik, tetapi juga tentang strategi dan kerjasama yang mampu menjawab tantangan global. Selama konferensi Munich, pembicaraan ini menjadi pengingat penting bagi negara-negara untuk mempertimbangkan kearifan lokal tanpa mengacaukan keamanan kolektif.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.