Gelombang 24 Meter Semburkan Sedimen yang Terlihat di Antariksa

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Citra satelit Landsat 8 mengungkapkan pemandangan indah gelombang raksasa yang mencapai ketinggian sekitar 24 meter di pesisir Nazaré, Portugal. Gelombang ini tidak hanya memicu sembunan sedimen dasar laut, tetapi juga menciptakan dinamika bawah laut yang meluas. Gambar ini diambil pada 29 Oktober 2020 di kota Nazaré, yang dikenal sebagai salah satu lokasi terbesar di dunia untuk olahraga selancar olahraga.

Fenomena gelombang raksasa ini dihasilkan oleh Ngarai Nazaré, yang berpanjang ratusan kilometer di dasar Samudra Atlantik Barat. Ngarai ini fungsi sebagai ‘cangkang energi’ yang memperkuat gelombang saat mendekati pantai, sehingga menciptakan ombak bersejarah. Gelombang-gelombang ini bisa mencapai ketinggian setara gedung 7 lantai, serta mampu mengangkat sedimen ke permukaan hingga menghasilkan awan keruh yang melesat hingga 10 kilometer dari pantai.

Pada hari yang sama, peselancar lokal António Laureano, yang berusia 18 tahun, berhasil meluncurkan diri pada salah satu gelombang tertinggi pernah dilihat manusia, diperkirakan 30,9 meter. Kejadian ini menjadi kandidat gelombang terbesar di sejarah olahraga, meski belum diakui resmi oleh World Surf League.

Penelitian oleh oceanografer dari University of Lisbon, termasuk Miguel Moreira, menggunakan metode berdasarkan video peselancar. Mereka membandingkan tinggi tubuh peselancar sebagai skala untuk menentukan ketinggian gelombang. “Kita mengukur puncak dan lembah gelombang untuk mendapatkan ukuran yang lebih tepat,” ujar Moreira dari Live Science.

Gelombang raksasa bukan peristiwa jarang di Nazaré, tetapi menjadi simbol kekuatan alam yang mempengaruhi struktur bawah laut, sedimen, dan ekosistem sekitar. Kejadian ini juga menjadi bahan studi penting dalam pemahaman dinamika gelombang ekstrem dan perubahan morfologi dasar laut.

Kecuatan gelombang seperti ini mengingatkan kita tentang kekuatan alam yang tak terkira. Perlu diperhatikan bagaimana interaksi antara gelombang, arus air, dan lingkungan bawah laut dapat mempengaruhi ekosistem. Studi ini tidak hanya penting untuk ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk mengelola risiko alam dan memproses energi alam secara berkelanjutan.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan