Presiden Kolombia Klaim Sukses Penghapusan Pengedar Narkoba

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Kolombia Gustavo Petro menegaskan dirinya berhasil menghindari serangan pembunuhan terbaru yang diklaim oleh kelompok panglima narkoba. Petikan langsung dari rapat kabinet Selasa (11/2/2026) menyebut, “Kami bertiukan melalui udara selama empat jam untuk lolos dari rencana teroris.” Peristiwa ini terjadi saat pesawat helikopter itu tidak dapat disimpan di lokasi target di pantai Karibia karena takut terancam oleh panglima yang tidak dikenal.

Klaim ini muncul di tengah situasi kekerasan yang meningkat di Kolombia, negara yang sejak dekade lalu mempertahankan konflik antar kelompok bersenjata. Petro, yang sebagai calon presiden pertama dari partai kiri di Amerika Selatan, mengungkapkan bahwa upaya teroris terhadapnya berlangsung selama dua bulan terakhir. Konspirasi ini direpotkan melibatkan jaringan perdagangan narkoba yang berhubungan dengan panglima perang seperti Ivan Mordisco, yang dulu membangkitkan konflik setelah memutus hubungan dengan FARC via perjanjian damai 2016.

Data historis menunjukkan Kolombia memiliki catatan panjang terorisme politik, termasuk pembunuhan beberapa calon pejabat. Pada tahun 2024, Petro juga mengalami upaya serangan mirip, meski berhasil melindungi diri. Kejadian ini mengkalkulasi keberadaan ancaman terorganisasi yang terus mengancam kepemimpinan, terutama di negara yang terpinggirkan oleh keberadaan narkoba.

Pengalaman Petro menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa keamanan politik di berbagai wilayah memerlukan perhatian ekstra. Di tengah dinamika kekerasan yang kompleks, solusi yang efektif harus mencakup kerja sama internasional untuk memastikan keberadaan politik yang berkelanjutan. Keberhasilan lolos serangan ini juga menegaskan pentingnya strategi keamanan yang proaktif, baik dari perspektif teknologi maupun pengelolaan rantai kekerasan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan