KSPSI: Konfederasi Buruh ASEAN Menerima Panduan dari Desk Ketenagakerjaan Polri

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), mengungkapkan bahwa para buruh dari negara ASEAN ingin mengikuti dan belajar dari Desk Ketenagakerjaan yang dikembangkan oleh Polri. Isu ini dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi TUC ASEAN di Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2025).

Andi Gani menekankan bahwa desek ini telah berhasil menyelesaikan lebih dari 144 kasus perikatan industri dalam tahun pertama operasinya. Menurutnya, kecepatan dan keberhasilan desek ini sangat dicari dan dimanfaatkan oleh masyarakat buruh Indonesia.

Jenderal Sigit Prabowo, Kapolri, juga bersemangat mendukung pengembangan desek ini. Ia berharap desek ini akan terus memperkuat kerja sama antara buruh, perusahaan, dan pemerintah. Kolaborasi yang harmonis ini diharapkan menciptakan stabilitas kerja dan mendorong kemajuan ekonomi di Indonesia.

Sigit juga mengakui keberhasilan Andi Gani yang terpilih kembali sebagai Presiden ASEAN TUC untuk periode 2026-2031. Ia menganggap ini sebagai kebanggaan Indonesia karena Andi Gani merepresentasikan 20 juta anggota TUC ASEAN.

Desk Ketenagakerjaan Polri dianggap unik karena menjadi satuan pertama di dunia yang fokus menangani permasalahan industri. Prosesnya cepat dan efektif menjadi model yang bisa diadopsi oleh negara lain.

Keselamatan dan keberlanjutan kerja merupakan prioritas utama. Dengan desek ini, pelaku industri dapat mempercepat solusi permasalahan, sehingga pengelolaan tenaga kerja menjadi lebih efisien. Ini juga mendorong perkembangan ekonomi yang lebih inklusif.

Dengan desek ini, Indonesia menunjukkan komitmen dalam melindungi hak pekerja. Langkah ini tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga meningkatkan produktivitas nasional.

Desk Ketenagakerjaan Polri menjadi bukti bahwa kolaborasi antarparti dapat memberikan solusi praktis. Semua pihak harus terus berkomitmen untuk menjaga iklim kerja yang positif.

Kesuksesan desek ini membuka pintu ke frasa yang lebih baik. Semua pihak harus mempelajari dan memanfaatkan model ini untuk mendorong keadilan dalam dunia industri.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan