City Cup Tenis Meja Meriahkan Hari Jadi Kota Banjar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dinas Pembangunan Kota Banjar H Supriana mengajukan ajakan untuk pertandingan tenis meja Walikota Cup 2026, yang akan dilaksanakan di Aula Somahna Bagja Dibuana Setda Secara Daerah (Setda) Banjar pada Selasa (10/2/2026). Aktivitas ini diundang sebagai langkah untuk memperkuat keadilan dan kerja sama antar peran siapa pun yang terlibat.

Supriana menekankan bahwa petualangan ini bukan cuma untuk para pemuda atau instansi, tetapi juga untuk memulihkan minat masyarakat di Banjar terhadap olahraga ini. “Dengan permainan ini, kita bisa mengejar semangat sportivitas serta membangun kebersamaan di kalangan masyarakat,” kata dia.

Sesi ini juga berarti untuk memperingati Hari Jadi Kota Banjar ke-23. Hasil kompetisi diharapkan dapat menjadi pengalaman edukatif bagi peserta serta peluang untuk meningkatkan toleransi antar instansi.

Ahmad Daryatno, Kepala Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Banjar, menjelaskan struktur pertandingan ini. Kategori yang diwawal adalah single, double, dan eksekutif. “Konkursi ini bukan cuma untuk serakah, tapi juga untuk menjalin kerja sama antar OPD, instansi vertikal, dan partner lain,” ujarnya.

Dari perspektif pemasangan, kompetisi akan bertunjemuk selama dua hari berturut-turut. Daftar peserta dari berbagai daerah dan instansi diharapkan terisi penuh. Tujuan utamanya tetap pada membangun semangat运动精神 dan memperluas jangkauan tenang meja di tempat terpencil.

Di sisi lain, aktivitas ini bisa menjadi model untuk perkembangan sportivitas di kota kecil. Seperti yang pernah terjadi di kota lain, pertandingan lokal seperti ini sering menjadi penggerak untuk meningkatkan pendapatan dan keterlibatan masyarakat.

Contohnya, kota-kota yang mengorganisir turnamen serupa biasanya melihat peningkatan minat masyarakat untuk sport yang digenal. Bagi Banjar, hal ini bisa jadi awal untuk mencetak kebudayaan olahraga di tingkat desa.

Pemeran yang penting dalam turnamen ini adalah instansi terkait. OPD, lembaga pemerintah, dan organisasi olahraga diharapkan memberikan dukungan logistik dan tenaga manusia. Ketersediaan fasilitas, seperti layar pengayakan atau peralatan, juga mempengaruhi kualitas kompetisi.

Dari hasil turnamen ini, diharapkan muncul pahlawan lokal yang bisa menjadi inspirasi. Selain itu, petualangan ini bisa menjadi pengalaman kerja sama antar instansi yang bisa dikembangkan di masa depan.

Dengan semangat sportivitas dan dukungan mutu dari berbagai pihak, kompetisi ini bisa menjadi landmark di Banjar. Mungkin, di masa depan, turnamen ini bisa membuka pintu untuk petualangan olahraga lainnya, seperti voli atau sepak bola.

Semua ini membuka peluang baru untuk Banjar dalam mengejar target peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui olahraga. Semoga aktivitas ini bisa menjadi model yang emulasi oleh kota lain dalam menjalankan peran lokal dalam perkembangan sportivitas nasional.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan