Elon Musk menyatakan siap membayar biaya hukum bagi korban Jeffrey Epstein. melalui platform X yang ia miliki, Musk menganggap tanggapan terhadap pertanyaan komentarista konservatif Matt Walsh tentang mengapa korban tidak mengungkapkan nama pelaku pelecehan secara publik.
Walsh menanyakan mengapa para korban Epstein tidak menyatakan nama terduga pelaku peledak mereka secara terbuka. Ia menyampaikan bahwa korban dapat memulai kampanye publikasi bulanan yang justru dimulai pas Presiden Biden meninggalkan jabatannya.
“Para korban ini juga bisa menyampaikan nama pelaku pelecehan kapan saja. Namun, mereka malah menunda untuk memberi tahu publik hingga saat ini,” kata Walsh di X.
Dari sini, Musk langsung berkomentar. Ia janjikan membantu korban bersuara dengan membayar biaya pembelaan mereka. “Saya akan membayar biaya untuk setiap orang yang mengungkapkan kebenaran ini dan dituntut karena itu,” ujar Musk.
Kasus Jeffrey Epstein yang melibatkan kejahatan seksual anak kembali menjadi topik panas. Saat Departement of Justice (DoJ) AS memasang trois juta halaman baru, banyak tokoh publik mulai terterima dalam dokumen tersebut.
Dokumen Epstein mengandung 180.000 foto dan 2.000 video. Nama seperti Donald Trump hingga mantan pangeran Andrew Mountbatten-Windsor muncul berulang kali. Juga tokoh teknologi seperti Elon Musk dan Mark Zuckerberg disebut dalam data tersebut.
Walsh menindaklanjuti dengan argumen bahwa korban dapat memberikan nama pelaku kepada anggota Kongres yang memiliki otoritas membacakan informasi tersebut di ruang sidang. Hal ini, kata ia, melindungi korban dari tuntutan hukum.
Penambahan data terbaru: Penyidikan Epstein menunjukkan bahwa banyak korban tidak ingin mengungkapkan nama pelaku. Ini bisa berhubungan dengan ketakutan retribusi atau ketidakpastian terhadap proses hukum. Studi kasus ini mengilustrasikan kompleksitas dalam melindungi korban dari penindasan publik.
Infografis: Visualisasi dokumen Epstein mungkin menunjukkan distribusi nama tokoh publik yang terkait dengan kasus.
Penegasan Musk memicu diskusi tentang peran tokoh publik dalam proses hukum. Apakah janjikan biaya pembelaan ini akan menjadi realitas atau hanya simbolis?
Jangan hanya melihat kasus ini sebagai peristiwa individu. Ia mengajak kita memikirkan bagaimana transparansi dalam pengadilan dapat memengaruhi kepercayaan publik. Semakin banyak tokoh yang berpartisipasi, semakin kompleks menjadi tugas menjaga kebenaran.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.