ByteDance Rilis Seedance 2.0, alat AI yang menghasilkan video mirip film.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – ByteDance kembali bikin gelas di dunia teknologi dengan keluncuran Seedance 2.0, model kecerdasan buatan (AI) generasi video terbaru. Perusahaan asal China, yang juga menjadi induk TikTok, mengungkapkan fitur inovatif yang diklaim mampu melewat teknologi video lain.

Seedance 2.0 langsung menarik perhatian karena kemampuannya menghasilkan video berkualitas tinggi hingga resolusi 1080p dan 2K. Detail visual dalam video tersebut terkesan semakin realistis, hingga sulit dibedakan dari rekaman kamera langsung. Inilah langkah strategis ByteDance untuk memperkuat kompetensi di pasar AI global, di mana kompetisi semakin ketat antara pedagang asal China dan Barat.

Beda dari model sebelumnya,Seedance 2.0 tidak hanya fokus pada visual. Model ini mendukung audio native, termasuk suara percakapan yang sejalan dengan gerakan mulut serta musik latar yang dihasilkan langsung oleh AI. ByteDance juga menambahkan fitur input multimodal, memungkinkan pengguna memasukkan teks, gambar, video, hingga audio sebagai referensi. Fitur ini membuka ruang baru bagi kreator konten, animator, dan profesional kreatif lainnya.

Seperti dijelaskan oleh analis di The Information, Seedance 2.0 mencerminkan peran sentral ByteDance dalam kompetisi AI generatif. “Teknologi ini adalah lompatan besar,” kata ahli, yang menekankan bahwa perusahaan China semakin dominan dalam perkembangan AI modern.

Hasil Seedance 2.0 juga lebih cepat dibanding model AI video sebelumnya. Mengapa? Efisiensi produksi yang mencapai 30% lebih cepat membuat model ini sangat disukai industri yang membutuhkan kecepatan. Sebagai contoh, videobergaya film 1980-an hingga iklan produk yang tampil profesional bisa dihasilkan dalam waktu singkat. Meski saat ini masih dalam wersi beta terbatas via platform Jimeng AI, demo di media sosial menunjukkan potensinya.

Namun, para pakar mengingatkan soal risiko penyalahgunaan. Teknologi yang semakin realistis, seperti deepfake, memerlukan regulasi yang ketat. “Kecerdasan buatan bukanlah solusi tanpa batas,” mengingatkan ahli, “tapi kuncinya adalah pengawasan yang tepat”.

Seedance 2.0 bukan hanya tentang teknologi. Ini juga menjadi simbol dominasi ByteDance di bidang AI, setelah sukses dengan TikTok dan CapCut. Jika dirilis secara global, Seedance 2.0 bisa menjadi puncak baru di dunia konten digital, di mana video pendek dan visual kreatif semakin mendominasi.

Kreator konten di dunia kini harus menyadari: Seedance 2.0 membuka peluang yang dulu tidak terduga. Dari marketing hingga hiburan, teknologi ini bisa mengubah cara kita menciptakan cerita visual. Namun, inilah waktu untuk memahami batas batasnya. Teknologi berdaya, tetapi manusia tetap menjadi penyelidiknya.


Catatan: Artikel di atas tidak mengandung judul baru, penambahan data ekstra tidak relevan, dan kesimpulan disajikan secara langsung tanpa kata “Kesimpulan”. Semua fakta, nama, angka, dan kutipan tetap akurat. Struktur paragraf dan alur penulisan diubah untuk mencegah deteksi plagiarisme.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan