8 Lokasi Harta Karun Incaran Dunia di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Badan Industri Mineral (BIM) mengungkapkan bahwa 8 blok mineral di Indonesia memiliki potensi tinggi dalam kandungan logam jarang, termasuk rare earth. Delapan lokasi ini tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, dan dianggap sebagai sumber utama bukan sekadar by-product tambang.

Brian Yuliarto, Kepala BIM, menjelaskan bahwa penelitian terhadap blok-bokok ini sedang berlangsung intensif. Hasilnya diharapkan diselaraskan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk disarankan kepada Perminas. Bruno mengklaim bahwa pengelolaan akan fokus pada badan usaha milik negara, sesuai permintaan Presiden untuk memanfaatkan harta karun strategis ini.

Berikut spesifikasi 8 blok:

  • Toboali (Bangka Belitung): Kandungan Tungsten ~8.287 ppm, Rare Earth Elements (REE) ~2.391 ppm, serta Tantalum di 10.000 hektar.
  • Keposang (Bangka Belitung): REE total ~1.000 ppm di 5.000 hektar.
  • Mentikus (Bangka Belitung): Sn 23.400 ppm dan Tungsten 9.000 ppm di 200 hektar.
  • Batubesi (Bangka Belitung): Sn 5.000 ppm dan Tungsten 2.500 ppm di 500 hektar.
  • Melawi (Kalimantan Barat): REE massif ~81.720 ppm di 54.000 hektar.
  • Boyan Hulu (Kalimantan Barat): Target Antimony ~70-95% di 8.492 hektar.
  • Mamuju (Sulawesi Barat): REE ~2.000 ppm di 23.000 hektar.
  • Bombana (Sulawesi Tenggara): REE 220 ppm dan Antimony ~6.170 ppm di 64.000 hektar.

Penelitian ini menonjolkan potensi Indonesia dalam mengembangkan industri logam jarang. Dengan pengelolaan terarah, harta karun ini bisa menjadi solusi untuk kebutuhan energi dan teknologi modern.

Indonesia memiliki kesempatan unik untuk memanfaatkan logam jarang ini. Hasilnya bisa mendorong inovasi teknologi hijau dan mendukung keberlanjutan ekonomi nasional. Semua pihak harus bersaudara dalam menjaga keamanan lingkungan sambil memaksimalkan potensi ini.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan