Pemerintah Spanyol mengkritik Pavel Durov, pendiri Telegram, atas penyebaran klaim palsu dan serangan terhadap regulasi medsos yang disyaratkan. Durov menuntut pemerintah tidak boleh mengancam kebebasan digital dengan melarang penggunaan aplikasi untuk anak-anak di bawah 16 tahun. Intervensi ini berlangsung sehari setelah Elon Musk, pemilik X, mengkritik Pedro Sanchez dengan kata-kata “totaliter fasis sejati” terkait pengaturan yang diusulkan.
Pesan massal Durov ke pengguna Telegram Spanyol mengceritakan bahwa regulasi baru akan menghancurkan anonimitas pengguna melalui verifikasi usia, memicu penyusunan data, dan memicu platform menghapus konten untuk menghindari risiko hukum. pemerintah Spanyol menolak klaim ini, menyatakan bahwa pesan Durov bertujuan mengurangi kepercayaan terhadap instansi publik. “Ini pertama kali pemerintah dipaksa merespons serangan palsu dari pemilik platform globális,” ujar kementerian dalam pernyataannya.
Pavel Durov ditangkap di Paris pada Agustus 2024 atas tuduhan penipuan, perdagangan narkoba, dan aktivitas kriminal. Ia membantah semua ancaman, mengklaim tidak ada basis hukum atau logika untuk penangkapannya. pemerintah Spanyol juga mengkritik desain Telegram yang memungkinkan aktivitas berbahaya, seperti perdagangan konten porno anak dan narkoba, yang sedang diawasi di beberapa negara.
Pemerintah Prancis mengambil langkah drastis dengan meminta 2,5 juta pegawai bersedia berhenti menggunakan alat konferensi video AS seperti Zoom atau Microsoft Teams. Langkah ini bertujuan meningkatkan keamanan digital dengan berganti ke layanan lokal Visio pada 2027. Di Indonesia, pemerintah Australia memutuskan melarang anak-anak terkait 16 tahun menggunakan medsos untuk melindungi mereka dari konten berbahaya.
Kekhawatiran akan dominasi teknologi AS memicu negara Eropa mengurangi reliance pada layanan mereka. Denmark mencoba alternatif dengan software open source, sementara Spanyol dan Inggris memperkuat regulasi. Durov mengklaim bahwa verifikasi usia dan penanggung jawabnya konten akan menggerus privasi serta memicu pemeriksaan berlebihan. Namun, pemerintah Spagna menilai ini sebagai strategi untuk mengisikkan kritik terhadap regulasi digital.
Arti dari kecemasan ini adalah keseimbangan antara perlindungan anak dan kebebasan digital. Regulasi yang terlalu ketat bisa menghancurkan inovasi, sementara ketepatan minimal mungkin tidak cukup melindungi masyarakat. Durov membuat perintah untuk menuntut tanggung jawab teknologi global, tetapi pemerintah Spanyol menilai ini sebagai upaya mengakui ancaman sosial.
Setiap negara memahami risiko media sosial dengan cara berbeda. France fokus pada keamanan publik, Spanyol menekankan transparansi, sementara Australia prioritas melindungi generasi muda. Desain Telegram yang minimalist moderasi menjadi target kekhawatiran, karena memungkinkan aktivitas kriminal tanpa pengawasan yang ketat.
Beberapa perusahaan teknologi mulai menghadapi tekanan untuk mematuhi regulasi yang lebih ketat. Namun, Durov tetap menegaskan bahwa platformnya tidak bisa dikontrol sepenuhnya. Ia mempertanyang dengan chemistis pengawasan berlebihan yang bisa menghapus konten legal. Namun, pemerintah Spanyol menilai pendekatan ini sebagai upaya untuk mengelola ancaman yang kompleks.
Teknologi global menabukan apakah regulasi akan tetap menjadi solusi. Durov meminta untuk dialog yang sehat, sementara pemerintah menyarankan rencana yang lebih transparan. Jika tidak diatasi, konflik ini bisa memperluas gergangan antara negara dan perusahaan teknologi.
Pemerintah Spanyol terus mengingatkan masyarakat untukwasit konten digital. Pengguna terasa beban dengan kebijakan yang berubah, sementara perusahaan teknologi menghadapi ancaman hukum. Durov menegaskan bahwa Telegram tetap berkomitmen dengan prinsip kebebasan, meskipun pemerintah membantah klaim ini.
Di tengah ketegangan, penting untuk menemukan solusi yang menghargai hak digital dan perlindungan. Durov mengkhawatirkan bahwa regulasi akan menjadi cara untuk mengontrol informasi, sementara pemerintah menekankan keperluan untuk melindungi masyarakat. Arti dari ini adalah membangun regulasi yang tegas dan adil.
Beberapa negara mulai melihat dampak negatif dari medsos yang tidak teratur. Durov menganggap regulasi sebagai ancaman nilai-nilai dasar, sementara pemerintahSpain menilai ini sebagai perlunya untuk keamanan. Perbedaan pendapat ini menunjukkan kompleksitas isu ini.
Inovasi teknologi terus berkembang, tetapi regulasi juga perlu berkembang bersama. Durov meminta kesadaran bahwa platform media sosial harus tetap menjadi alat komunikasi, bukan alat pengawasan. Namun, pemerintah argumen bahwa anakan membutuhkan perlindungan dari konten berbahaya.
Dampak regulasi media sosial bisa sangat memengaruhi ekonomi global. Perusahaan teknologi seperti Telegram menghadapi ancaman hukum, sementara pemerintah menghindari kesenjangan digital. Durov meminta untuk anggapan yang lebih luas, tetapi pemerintah Spain menilai kebijakan ini sebagai langkah positif.
Setiap tindakan regulasi punya dampak jangka panjang. Durov mengkhawatirkan bahwa pembatasan akan mengurangi inovasi, sementara pemerintah Spain menekankan perlunya untuk melindungi anak-anak. Arti dari ini adalah menemukan keseimbangan yang benar.
Pemerintah Spanyol terus mengejar Durov untuk menjelaskan pustaka Telegram. Durov membantah tousurannya dengan meminta bukti bahwa platformnya digunakan untuk aktivitas kriminal. Namun, pemerintah tetap berkomitmen dengan langkah-langkahnya.
Beberapa negara seperti Prancis dan Spanyol mulai mengelola media sosial dengan cara unik. France fokus pada keamanan, Spanyol pada transparansi, sementara Australia pada perlindungan anak. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tidak ada solusi yang seragam.
Teknologi AS tetap menjadi target regulasi karena dominasi pasar. Durov menilai ini sebagai ancaman nilai-nilai dasar, sementara pemerintah Spain menilai ini sebagai perlunya untuk keamanan. Perbedaan pendapat ini akan terus berputar.
Arti dari perdebatan ini adalah bahwa regulasi media sosial harus menjadi alat yang melindungi, bukan alat yang mengontrol. Durov menganggap regulasi yang ketat sebagai ancaman kebebasan, sementara pemerintah Spain menilai ini sebagai perlunya. Arti dari ini adalah mencari solusi yang adil.
Dampak regulasi media sosial bisa sangat memengaruhi masyarakat. Durov menilai ini akan mengurangi inovasi, sementara pemerintah Spain menilai ini sebagai langkah positif. Arti dari ini adalah menimbangkan tumpukan dan kebebasan.
Beberapa negara mulai melihat dampak negatif dari medsos yang tidak teratur. Durov menganggap regulasi sebagai ancaman nilai-nilai dasar, sementara pemerintah Spain menilai ini sebagai perlunya untuk keamanan. Perbedaan pendapat ini menunjukkan kompleksitas isu ini.
Inovasi teknologi terus berkembang, tetapi regulasi juga perlu berkembang bersama. Durov meminta kesadaran bahwa platform media sosial harus tetap menjadi alat komunikasi, bukan alat pengawasan. Namun, pemerintah argumen bahwa anakan membutuhkan perlindungan dari konten berbahaya.
Dampak regulasi media sosial bisa sangat memengaruhi ekonomi global. Perusahaan teknologi seperti Telegram menghadapi ancaman hukum, sementara pemerintah menghindari kesenjangan digital. Durov meminta untuk anggapan yang lebih luas, sementara pemerintah Spain menilai kebijakan ini sebagai langkah positif.
Setiap tindakan regulasi punya dampak jangka panjang. Durov mengkhawatirkan bahwa pembatasan akan mengurangi inovasi, sementara pemerintah Spain menekankan perlunya untuk melindungi anak-anak. Arti dari ini adalah menemukan keseimbangan yang benar.
Pemerintah Spanyol terus mengejar Durov untuk menjelaskan pustaka Telegram. Durov membantah tousurannya dengan meminta bukti bahwa platformnya digunakan untuk aktivitas kriminal. Namun, pemerintah tetap berkomitmen dengan langkah-langkahnya.
Beberapa negara seperti Prancis dan Spanyol mulai mengelola media sosial dengan cara unik. France fokus pada keamanan, Spanyol pada transparansi, sementara Australia pada perlindungan anak. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tidak ada solusi yang seragam.
Teknologi AS tetap menjadi target regulasi karena dominasi pasar. Durov menilai ini sebagai ancaman nilai-nilai dasar, sementara pemerintah Spain menilai ini sebagai perlunya untuk keamanan. Perbedaan pendapat ini akan terus berputar.
Arti dari perdebatan ini adalah bahwa regulasi media sosial harus menjadi alat yang melindungi, bukan alat yang mengontrol. Durov menganggap regulasi yang ketat sebagai ancaman kebebasan, sementara pemerintah Spain menilai ini sebagai perlunya. Arti dari ini adalah mencari solusi yang adil.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.