Andre Rosiade minta ‘Tuan Takur’ di Pasar Raya Padang Setop Palak – Pedagang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menghadirkan pemberitahuan serius terhadap pihak-pihak yang dikemaskini menjadi penipu atau pelaku premanisme yang melakukan penyerangan terhadap pedagang di Fase VII Pasar Raya Padang. Ia mengancam akan melaporkan perbuatan mereka kepada pihak polisi jika tidak segera berhenti.

Peringatan tersebut disampaikan Rosiade saat penyerahan senjata pemborosan dalam rangka peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra di halaman Kantor DPD Gerindra Sumatra Barat, Minggu (8/2). Di hadapan masyarakat dan kader partai, Rosiade menekankan bahwa tidak ada ruang tolansi terhadap pungutan ilegal atau tindakan aneh-aneh di fasilitas publik yang dibangun untuk manfaat rakyat.

“Kami mendengar dan menerima laporan bahwa di Fase VII Pasar Raya Padang ada pihak-pihak yang mencoba mengatur hak akses pedagang, bahkan menentukan siapa yang boleh berkeliling kedai atau kios”, kata Rosiade. “Praktik seperti ini benar-benar merugikan rakyat. Pasar ini tidak应该是 lapangan untuk preman atau tuan takur.”

Rosiade menjelaskan pembangunan Fase VII Pasar Raya Padang merupakan hasil kerja keras di tingkat pusat melalui dana APBN. Pasar tersebut direncanakan untuk mendukung pedagang kecil, bukan untuk menjadi aliran pungutan ilegal. “Jangan ada lagi yang mengganggu pedagang di pasar ini. Pembangunan ini adalah untuk rakyat, bukan untuk keuntungan kelompok tertentu,” tegasnya.

Sementara itu, Rosiade juga menyoroti rencana menglegalisasi tambang rakyat di wilayah seperti Pasaman, Sijunjung, dan Solok Selatan. Tujuannya adalah memberikan keaslian hukum bagi aktivitas pertambangan masyarakat, sehingga tidak lagi terkena ancaman atau penindasan.

Di sisi lain, Rosiade mengungkap rencana memeriksa lapangan pengembangan layanan kereta commuter di Kota Padang. Peninjauan akan diselenggarakan pada 18 Februari 2026, dengan jalur yang akan menghubungkan kawasan Indarung, Teluk Bayur, Tabing, hingga Lubuk Buaya. Program ini diharapkan meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sekian penjelasan Rosiade tentang perjuangan untuk melindungi kepentingan rakyat kecil. Ia tetap berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur, perlindungan pedagang pasar, serta penciptaan lingkungan aman dan nyaman di Sumatera Barat.

Pemerintah harus tetap fokus pada kebutuhan masyarakat, terutama kelompok yang paling menderita. Perlindungan terhadap perdagangan lokal bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga keadilan sosial. Jika pasar menjadi melimpah, ekonomi nasional pula akan semakin meningkat.

Rosiade mengajak pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat kerja sama dalam memantau aktivitas ilegal. Pendampingan dari semua pihak diperlukan agar pasar tetap bisa menjadi ruang yang aman dan berfaida. Dengan begitu, trader bisa beroperasi dengan damai, dan masyarakat bisa merasakan kenyamanan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan