Anak Tengah Muka Balik Kehilangan Seluruh Keluarga di Warakas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Paraphrased Article:

Jakarta Utara—Seorang keluarga hingga empat orang terdedah akibat kekerasan di Warakas, Tanjung Priok. Tembakannya dimulai oleh anak tengah keluarga yang meracuni ibunya, Siti Solihah (50), serta akunya Afiah (28), Abdullah Syauqi (23), dan AA (14). Polisi mengungkapkan, penjurang adalah Abdullah yang menyalahkan ketimpangan perlakuan keluarga sebagai motivasi.

Ketiga korban, termasuk ibunya, ditemukan dalam kondisi lemas di rumah korban. Abdullah, yang diyakini justru bersiap untuk menyalahkan korban, tergeletak di kamar mandi. Polisi mencatat, korban AKBP Onkoseno, Polres Metro Jakarta Utara, mengungkapkan, “Motivasi pelaku adalah dendam karena merasa diabaikan dan marah.”

Tes kejiwaan terhadap Abdullah tidak menunjukkan gangguan psikologis berat. Namun, evaluasi psikologis mengungkapkan kecenderungan agresif dan tidak adaptif dalam menyelesaikan konflik. Metodanya mencakup meracuni racun tikus yang dibeli dari warung, lalu campurkan pada rebusan teh. Korban terjerat setelah minum campuran itu, sementara Abdullah tidak minum racun.

Hasil pemeriksaan laboratorium dan dokter forensik, RS Porli Sukanto, membenarkan tidak ada zat pestisida dalam tubuh Abdullah. Ia hanya memenuhi peran penderita psikologis yang meracuni keluarga.

Analisis dan Perspektif:
Kasus ini menegaskan keberadaan kekerasan keluarga yang sering terlewat di deteksi. Studi psikologis menunjukkan, dorongan agresivitas dan rasa tidak adil dalam keluarga bisa memicu tindakan ekstrem. Meskipun polisi menekankan penyelidikan krimal, permasalahan mentalitas keluarga perlu diatasi melalui pendekatan proaktif.

Penutup:
Trauma seperti ini mengingatkan kita bahwa konflik keluarga harus ditangani dengan empati dan komunikasi terbuka. Solusi jangka panjang memerlukan program konseling keluarga yang lebih inklusif, agar dorongan kekerasan tidak muncul dari ketidakpastian emosi dan ketidakadilan. Siapa saja yang mengalami konflik dalam keluarga, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional—ketidakberadilan kecil bisa menjadi korban bagi seseorang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan