SMA Negeri 11 Tasikmalaya Melakukan Kegiatan Budaya Kepemimpinan melalui LDKS dan Pemilihan OSIS Perdana

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

SMA Negeri 11 Tasikmalaya memulai tahun ajaran 2025/2026 dengan program penguatan keberlanjutan melalui pelatihan kepemimpinan siswa dan pemilihan OSIS. Aktivitas ini bertujuan untuk menentukan apakah sekolah akan bergerak sebagai lembaga yang hidup dengan struktur organisasi yang kuat, atau hanya sebagai ruang fisik tanpa dinamika.

Dalam dua hari, siswa dimengerti tentang prinsip kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama tim melalui metode interaktif. Diskusi kelompok, presentasi ide, serta aktivitas yang meminta siswa bergerak dari posisi diam menjadi elemen kunci. Pendekatan ini dirancang untuk membantu siswa memahami dinamika organisasi secara praktis.

Kepala sekolah, Dian Widyastuti, menekankan bahwa generasi pertama memiliki peran strategis dalam membentuk budaya sekolah. “Fondasi SMA ini sangat krusial. Kalau dasarnya lemah, constructionnya juga akan kesulitan,” kata ia dalam percakapan.

Dalam aktivitas hari kedua, pemilihan ketua OSIS dilakukan secara raksasa. Calon mengungkapkan visi dan misi, kemudian suara dipilih secara demokratis. Proses ini bukan hanya tentang populeritas, tapi memilih orang yang bersaing dalam tanggung jawab dan kemampuan memimpin.

SMA Negeri 11 juga siap memasuki tahap baru belajar di gedung sendiri setelah pengadaan. Fase numpang yang sebelumnya dilakukan selama tujuh bulan terakhir masih menggunakan fasilitas sekolah kuno. Sekarang, dengan 30 siswa pendamping, sekolah ini menjadi laboratorium kecil untuk membangun budaya dan struktur dari nol.

Aktivitas ini membuktikan bahwa penguatan karakter dan keorganisasi bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan pendanaan dan pembelajaran yang berfokus, SMA Negeri 11 Tasikmalaya menawarkan contoh bagaimana fondasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bermakna.

Setiap siswa yang bergabung dalam program ini bukan hanya menjadi calon pemimpin, tapi juga bagian dari perjalanan untuk membentuk budaya sekolah yang bermartabat. Pengalaman ini menjadi dasar untuk generasi selanjutnya memahami pentingnya tanggung jawab, kerja sama, dan inisiatif dalam kehidupan sekolah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan