Moody’s Negative Outlook for RI, Government Prepares Response Measures

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Moody’s Investors Service turunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, meskipun peringkat tetap Baa2. Perubahan ini terjadi di tengah pemerintah berusaha menegakkan kebijakan penyesuaian dan kelembagaan yang berkelanjutan. Juru Bicara Kemenko Haryo Limanseto menyampaikan percaya kebijakan yang sedang diimplementasikan akan mengatasi kekhawatiran tersebut.

Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, seperti terlihat dari pertumbuhan Produsen Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,39% di kuartal IV 2025—the tinggi sejak pandemi. Pertumbuhan tahunan mencapai 5,11%, menjadi dasar untuk menarik investasi. Pemerintah telah menyelesaikan kerangka hukum Danantara melalui UU No. 1 Tahun 2025, yang memisahkan fungsi regulasi dan operasional. Langsungan ini sesuai analisis Moody’s yang mengutamakan kelembagaan dan stabilitas fiskal.

Defisit APBN 2025 hanya 2,92%, dibawah batas 3%, dan target 2026 turun ke 2,68%. Kebijakan ini bertujuan menjaga kestabilan anggaran sambil memanfaatkan sumber pembiayaan alternatif. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas, dengan 22.091 dapur komunitas yang beroperasi dan mendukung lebih dari 55 juta keluarga.

Di pasar modal, reformasi struktural dipercepat dengan peningkatan minim free float ke 15%, transparansi pengelolaan, dan demutualisasi Bursa Efek Indonesia. Draf regulasi baru akan keluar Maret 2026 sesuai instruksi Presiden Prabowo untuk mempercepat integritas pasaran.

Analisis: Meskipun outlook negatif dari Moody’s, Indonésia tetap menunjukkan ketahanan struktural. Reformasi Danantara dan kebijakan fiskal yang diselaraskan dengan program strategis seperti MBG menunjukkan kemampuan pemerintah menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kestabilan. Penyesuaian pasar modal juga dapat menarik investasi domestik dan internasional.

Investasi di sektor strategis seperti energi dan infrastruktur mungkin menjadi solusi untuk memperkuat fondasi ekonomi. Pemerintah harus tetap fokus pada kelembagaan jangka panjang untuk menjaga peringkat kredit dan menarik dana luar negeri.

Indonesia memiliki potensi untuk berbalik dari kekhawatiran Moody’s jika kebijakan terkonsisten. Kita sebagai warga dapat mendukung dengan investasi lokal atau partisipasi dalam program sosial yang mendorong pertumbuhan. Masa depan ekonomi berkesan tergantung pada penekanan politik yang tegas dan eksekusi yang efektif.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan