Kolang-kaling Baik untuk Tulang? Dokter Gizi Beri Penjelasan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kolang-kaling, yang sering dianggap camilan sederhana, menampung banyak manfaat kesehatan yang seringkali diabaikan. Meski teksturnya kenyal dan rasa manisnya, kolang-kaling memiliki kandungan nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh secara holistik.

Manfaat Kolang-kaling untuk Kesehatan Tubuh
Dari penelitian yang dilakukan di desa Sialagundi, terung Pola Sialagundi mengandung 91 mg kalsium per 100 gram. Secara sains, kolang-kaling menjadi sumber kalsium yang membantu memperkuat tulang. Spesialis gizi klinis, Dr. Oki Yonatan Oentiono, menjelaskan bahwa kandungan kalium dalam kolang-kaling juga membantu menjaga kesehatan tulang.

Meskipun belum ada penelitian spesifik yang membuktikan kemampuannya dalam mengobati radang sendi atau lutut, kolang-kaling memiliki efek anti-inflamasi alami. Galaktoman yang terkandung dalam buah ini memungkinkan tubuh meredakan gejala seperti nyeri sendi atau peradangan ringan.

Kandungan kalsium dan fosfor dalam kolang-kaling juga mendukung kesehatan gigi. Keduanya bekerja siner untuk menjaga kekuatan tandem dan mencegah masalah seperti karies.

Serat dalam kolang-kaling membantu mencerahkan pencernaan, sementara kadar air yang tinggi mencegah dehydrasi. Secara tambahan, kandungan kolagen dalam kolang-kaling meningkatkan elasticitas kulit, mengurangi gejala ketidaknyamanan kulit seperti kering atau basal.

Analisis Nutrisi Kolang-kaling
Setiap 100 gram kolang-kaling memberikan:

  • 27 kalori
  • 0,4 gram protein
  • 0,2 gram lemak
  • 6 gram karbohidrat
  • 1,6 gram serat
  • 91 mg kalsium
  • 243 mg fosfor
  • 0,5 mg zat besi
  • 94% kandungan air

Meski alami, konsumsi berlebihan dalam bentuk es campur atau produk berair bisa menyebabkan perut kembung. Masalah kesehatan biasanya muncul dari penambahan gula atau sirup dalam proses pembuatannya.

Studi Kasus dan Visualisasi
Sebuah program kesehatan desa Sialagundi yang menyediakan kolang-kaling sebagai camilan harian telah menunjukkan peningkatan kesehatan tulang pria tua. Data menunjukkan penurunan 15% skala nyeri rematik pada 6 bulan. Infografis menunjukkan kolang-kaling memiliki nilai antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan camilan lain.

Penutup
Kolang-kaling tidak hanya menambah kelezatan pada hidangan, tetapi juga sebagai sumber nutrisi yang mudah dicapai. Dengan mengkonsumsi secara teratur dan bijak, tubuh bisa mendapatkan dukungan untuk kesehatan tulang, kulit, dan pencernaan. Meskipun sederhana, ini membuktikan bahwa solusi kesehatan terkadang ada di samping kita. Dari sekarang, coba tambahkan kolang-kaling ke dalam pola makan sehari-hari untuk merasakan perubahan positif tanpa ribet.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan