Jakarta terus menghadapi masalah banjir yang berulang saat musim hujan tiba. Solusi berbasis riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diperkirakan bisa membantu mengatasi kondisi ini. Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Budi Heru Santoso, menjelaskan bahwa banjir di Jakarta bukan cuma karena curah hujan tinggi, tetapi berakar dari kompleksnya faktor-faktornya.
Data riset terbaru menunjukkan tiga penyebab utama. Pertama, permukaan tanah di Jakarta mengalami penggurutan yang bervariasi, dari 1 hingga 15 sentimeter per tahun. Kedua, curah hujan ekstrem yang melebihi kapasitas sistem drainase. Ketiga, infrastruktur drainase dan sungai yang tidak beroperasi optimal karena penumpukan sampah dan sediment. Keadaan ini menurunkan drastis kemampuan aliran air di saluran atau sungai.
Budi menekankan kebutuhan strategi terpadu antara periode pendek dan panjang. Untuk solusi jangka pendek, prioritas utama adalah penerapan sistem polder di wilayah berbahaya. Kedua, optimasi sistem peringatan dini dengan metode modern seperti algoritma kecerdasan buatan. Ketiga, pembangunan infrastruktur yang mampu menahan debit banjir di daerah hulu.
BRIN juga mengajukan teknologi mutakhir, seperti Radar Penjelmaan Sintetis (SAR) 2D dan 3D yang dikombinasikan dengan analisis InSAR multi-track. Teknologi ini digunakan untuk memaparkan penurunan tanah dan risiko banjir. Selain itu, kecerdasan buatan dipaksakan untuk memprediksi kenaikan muka air di Bendungan Katulampa dengan data satelit.
Peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Eddy Hermawan, mengungkap bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi hujan ekstrem di Jakarta. Data menunjukkan curah hujan harian mencapai 377 mm pada awal tahun 2020. Namun, prediksi hujan berlebihan masih sulit karena keterbatasan data beresolusi tinggi.
BRIN mulai pengembangan pendekatan berbasis kecerdasan buatan. Sebelumnya menggunakan teknik ARIMA konvensional, kini fokus pada Machine Learning, Deep Learning, dan Big Data. Salah satunya adalah prediksi anomali curah hujan dengan metode Hybrid ARIMA-LSTM, yang memberikan akurasi lebih tinggi dan jangkauan waktu prediksi lebih jauh.
Eddy menekankan pentingnya membangun sistem peringatan dini yang terintegrasi. Sistem ini harus mencakup data satelit, radar cuaca BMKG, dan data lapangan. BRIN berkomitmen untuk riset inovatif hingga menciptakan solusi yang runtuh, terpadu, dan menyeluruh. Diskusi ilmiah dengan berbagai pakar diperlukan untuk mencegah dampak banjir melalui pendekatan ilmiah yang luas.
Solusi banjir Jakarta memerlukan komitmen politik lintas wilayah, koordinasi antar-lembaga yang kuat, serta partisipasi masyarakat aktif. Teknologi seperti SAR dan kecerdasan buatan menjanjikan harapan, tetapi realizasinya bergantung pada kerjasama multidimisi. Semakin penting untuk merumit riset dan inovasi agar dampak banjir dapat diredam dengan cepat.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.