Kenaikan Duit Asing dari Pasar Saham Tembus Rp 11 Triliun sejak Januari

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Transaksi jual bersih oleh investor asing di pasar saham Indonesia masih dominan sepanjang 2026. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume jual bersih mencapai Rp 11,02 triliun hingga saat ini. Pada pekan terakhir, yaitu 2-6 Februari 2026, pengajuan beli bersih oleh peserta luar negeri mencapai Rp 944,31 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pekan ini, turun sebesar 4,73% hingga menyamarkan pada 7.935.260. Sebelumnya, indeks tersebut pernah mencapai 8.329.606. Kapitalisasi pasar BEI juga berkurang sebesar 4,69% menjadi Rp 14.341 triliun, dari Rp 15.046 triliun pekan sebelumnya.

Frekuensi transaksi harian di BEI berubah menjadi 2,72 juta kali, turun dari 3,82 juta kali transaksi di pekan sebelumnya. Volume transaksi harian Bursa juga berkurang sebesar 31,75% menjadi 43,2 miliar lembar saham, dibandingkan 63,3 miliar lembar di pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian BEI turun sebesar 43,45% menjadi Rp 24,75 triliun, dari Rp 43,76 triliun sebelumnya.

Perubahan ini menegaskan kelemahan pasar saham Indonesia terhadap investasi asing. Pergerakan ini mungkin dipengaruhi oleh faktor ekonomi global atau kebijakan pemerintah yang memengaruhi sentimen investor.

Investor perlu memperhatikan tren jual bersih karena可能影响 pasar dalam jangka mendatang. Analisis data historis menunjukkan bahwa aktivitas net sell tidak jarang terjadi saat kondisi pasar tidak stabil. Bagi yang ingin berpartisipasi, memahami dinamika pasar dan mengawasi indikator ekonomi menjadi penting.

Pemungkiran: Data pengajuan jual bersih yang tinggi menunjukkan kebutuhan untuk memantau perkembangan pasar dengan lebih cermat. Strategi investasi yang fleksibel dan terukur dapat membantu mengelola risiko di era pasar yang dinamis seperti ini.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan