Prabowo: Di Tengah Kiai-Ulama, Saya Menjadi Lebih Berani

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Prabowo Subianto menyatakan diri lebih percaya diri saat menghadiri acara Nahdlatul Ulama (NU) di Malang. Ia mengakui semangat keberanian yang muncul ketika beradanya dengan kiai-kiai besar dan ulama-ulu yang menjadi simbol kebesaran bangsa. Prabowo mengakui bahwa kehadiran organisasi ini menjadi penguat hati dalam membela rakyat Indonesia.

Acara ini digelar di Stadion Gajayana pada 8 Februari 2026, di mana Prabowo mengingatkan peran NU sebagai pilar stabilitas nasional. Ia menekankan bahwa NU selalu hadir saat negara menghadapi crisis, seperti saat kemerdekaan hingga bencana sosial. “Setiap kali negara dalam kondisi darurat, NU muncul untuk menyelamatkan,” kata Prabowo, yang mengingat 100 tahun pengabdian organisasi ini.

Prabowo juga mengungkapkan ketertarikan pribadi terhadap suasana NU. Ia merasa punya rasa berkahwin dan getaran emosi yang kuat saat berinteraksi dengan saudara-saudara NU. “Di tengah-tengah NU, saya merasakan keindahan semangat persatuan dan keyakinan yang tak terduga,” ujarnya. Semangat emak-emak yang kuat dari para keturunan NU menjadi inspirasi bagi Prabowo untuk terus berkomitmen pada kebersamaan nasional.

Penelitian tahun 2025 menunjukkan bahwa organisasi sosial besar seperti NU dapat meningkatkan ketenangan masyarakat melalui pengabdian kolektif. Studi ini juga menekankan peran keagamaan dalam mendukung kebijakan nasional yang adil.

Semangat NU bukan hanya simbol spiritual, tetapi juga nilai-nilai hidup yang perlu kita jaga. Semasa kita menghadapi tantangan modern, pentingnya persatuan dan abadi dalam melindungi hak orang lain tetap relevan. Prabowo mengajak semua warga untuk belajar dari semangat ini dan berusaha menjadi bagian dari solusi dalam membangun keharmonisan nasional.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan