Moody’s Pangkas Outlook untuk 5 Bank Besar di RI, Airlangga Berbicara

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Moody’s Investors Service telah menurunkan prediksi lima bank besar di Indonesia dari stabil ke negatif. Ini sesuai dengan penurunan peringkat kredit pemerintah Indonesia dari stabil ke negatif. Bank yang terpengaruh mencakup Mandiri, BRI, BNI, BCA, serta BTN.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan masalah ini membutuhkan penjelasan mendalam dari setiap bank terhadap lembaga seperti Moody’s. Semua rating agency memang perlu menjelaskan kekhawatiran mereka secara jelas. “Kalau itu, nanti perlu penjelasan dari perbankan masing-masing kepada Moody’s,” kata Airlangga saat APEC Business Advisory Council di Jakarta.

Secara nasional, peringkat kredit Indonesia tetap dalam level investment grade. Moody’s tetap menyimpan indikator Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade. “Tetapi masalah ini muncul karena outlook, bukan rating nasional,” tambahkan Airlangga.

Pemerintah tetap committ pada deficit budget maksimal 3% dan loan to PDB di bawah 40%. “Kita jaga makro secara konsisten,” ujarnya. Moody’s juga menekankan pentingnya konsistensi kebijakan, komunikasi publik, dan kerja sama antarlembaga.

Mereka menyarankan negara memperkuat basis penerimaan untuk mendukung prioritas belanja. Airlangga meminta Danantara Indonesia menjelaskan kepercayaan fiskal ke Moody’s. “Ketidakpastian perlu dijelaskan karena anggaran tahun ini berubah, terutama terkait investasi,” tegasnya.

Dengan transparansi dan komitmen kebijakan, Indonesia bisa memperkuat kepercayaan internasional lagi.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan