Perbandingan Dua Foldable Android: Motorola Razr Fold vs Google Pixel 11 Pro Fold

Saskia Puti

By Saskia Puti

Motorola dan Google memperkuat kompetisi dalam segmen ponsel lipat dengan lanzhir Motorola Razr Fold dan Google Pixel 11 Pro Fold. Keduanya menawarkan desain inovatif dengan layar yang bisa dibuka seperti buku, lengkap dengan spesifikasi kompetitif untuk pasar global sepanjang 2026.

Perbandingan spesifikasi keduanya menunjukkan pendekatan unik setiap pabrikan. Motorola Razr Fold mengusung konsep “book-style” sebagai pengembangan dari seri clamshell sebelumnya, sementara Google Pixel 11 Pro Fold melanjutkan konsep foldable dengan teknologi lebih canggih dan integrasi Android yang lebih dekat.

Motorola mengintai pasar dengan Razr Fold di CES 2026, yang memiliki layar utama hingga 8,09 inci OLED dengan refresh rate tinggi dan layar luar 6,56 inci. Produk ini dirancang untuk memberikan pengalaman media lebih luas saat dibuka. Di sisi performa, Razr Fold menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 5 3 nm, yang menjanjikan daya tahan dan efisiensi tinggi.

Pixel 11 Pro Fold memanfaatkan chipset Google Tensor G6, fokus pada pengembangan AI dan kamera. Meski performa mentah mungkin tidak lebih tinggi, fitur seperti optimasi software bisa menjadi daya tarik. Kapasitas penyimpanan juga berbeda: Razr Fold menawarkan 256GB/512GB, sementara Pixel 11 Pro Fold mungkin menyediakan hingga 1TB.

Kamera di kedua perangkat juga memiliki keunikan. Razr Fold dilengkapi tiga kamera belakang 50MP, 12MP, dan 48MP dengan zoom optikal 3x. Pixel 11 Pro Fold memanfaatkan sensor utama 48MP, dengan detail kamera lainnya masih diadaptasi dari seri sebelumnya.

Baterai keduanya diperkirakan di atas 5.000 mAh, namun informasi tentang kecepatan pengisian masih terbatas. Pixel 11 Pro Fold diharapkan mendukung 30W pengisian kabel dan nirkabel, sementara detail Razr Fold masih dalam proses pengumuman.

Desain Razr Fold mempertahankan estetika serunya dengan pilihan warna eksklusif, mungkin juga dukungan stylus untuk versi tertentu. Google fokus pada pengalaman Android murni dengan fitur AI seperti asisten virtual yang lebih canggih.

Pemilihan antara keduanya tergantung prioritas pengguna. Motorola menawarkan pengalaman klasik dengan inovasi fisik, sementara Google mengkendali ekosistem dan pengembangan perangkat lunak jangka panjang. Perbedaan ini mencerminkan strategi berbeda di pasar foldable yang cenderung cepat berkembang.

Ketersediaan Razr Fold diprediksi mulai semester pertama 2026, sementara Pixel 11 Pro Fold mungkin punya jadwal berbeda per wilayah. Harga resmi belum diumumkan, sehingga konsumen harus menunggu pengumuman resmi.

Persepsi pasar menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan pengalaman pengguna menjadi faktor kunci dalam menentukan pemenang. Motorola memanfaatkan reputasi serial Razr, sementara Google mengembangkan keunggulan dalam sistem operasional. Perubahan ini mungkin menjadi acuan bagi brand lain dalam segmen ponsel lipat.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan