Mensos Dorong Kades Optimalkan DTSEN untuk Bantuan Pendidikan yang Tepat dan Terfokus

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Pemerintah terus berupaya mengurangi kemiskinan dengan memperbaiki akurasi data tunggal dan memperluas digitalisasi bantuan sosial yang memerlukan partisipasi aktif kepala desa. Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), masih ada beberapa pengalaman bantuan pemerintah yang kurang tepat sasaran, sehingga ia memanggil semua pihak dari masyarakat hingga pemerintahan desae untuk mendukung pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Gus Ipul menyatakan, jika data yang digunakan akurat, maka program bantuan pasti akan merencanakan dengan tepat. Ini menjadi ajakan pemerintah hari ini dan harapan untuk dilaksanakan di desa sesuai arahan Presiden Prabowo. Kegiatan ini dihadiri anggota Komisi VIII DPR Saiful Nuri, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, serta pejabat tinggi Kemensos dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Pemutakhiran data harus dilakukan berkelanjutan agar sesuai dengan kondisi lapangan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan pengalaman bantuan sosial yang tidak tepat akibat data tidak akurat. Gus Ipul mengajak pemerintah untuk memastikan pemutakhiran dilakukan setiap hari melalui jalur formal mulai dari RT dan RW hingga pemerintah kabupaten dan kota, serta partisipasi masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis hasil pemutakhiran DTSEN setiap tiga bulan. Namun, pembaruan dapat dilakukan sehari-hari melalui partisipasi masyarakat. Gus Ipul menekankan, DTSEN yang diperbaiki secara berkala menjadi kunci meningkatkan akurasi data. Melalui digitalisasi bansos, pemerintah harap tidak adaAgain keluarga atau individu yang membutuhkan perlindungan tapi belum tercatat.

DTSEN juga diizinkan untuk diperbaharui secara berkala setiap tiga bulan. Namun, pembaruan sehari-hari bisa dilakukan melalui jalur formal dari RT, RW, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat. Gus Ipul menjelaskan, kemasukan data melalui panggilan 171, WhatsApp 08877-171-171, atau aplikasi Cek Bansos bisa memudahkan proses.

Uji coba digitalisasi bansos di Banyuwangi menunjukkan penurunan kesalahan penyaluran dari 77% menjadi 28% setelah menggunakan DTSEN. Gus Ipul harap hasil ini bisa turun lebih jauh hingga 5% di masa depan. Program ini melibatkan berbagai kementerian seperti Kemensos, Komdigi, dan BPS.

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menekankan ketertarikan pemerintah kabupaten untuk mendukung pemutakhiran DTSEN. Kami telah memerintahkan jajaran untuk aktif dalam proses ini. DTSEN bukan sekadar data numerik, melainkan alat penting untuk keadilan sosial dan efisiensi anggaran.

Hingga Januari 2026, DTSEN mencakup 289.060.513 data individu dalam 10 desil kesejahteraan. Klasifikasinya memungkinkan pemerintah menetapkan prioritas dengan lebih akurat. Di pasar sosialisasi DTSEN, siswa pasarat pasuruan menampilkan hiburan seperti pidato bahasa Inggris dan Arab, hadroh, dan penampilan polisi cilik.

Inisiatif ini tidak hanya mengurangi ketidaktepanan tanda baca, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengendalian data. Dengan akurasi yang meningkat, pemerintah bisa mengarahkan bantuan ke yang benar-benar membutuhkan, serta mendorong kemandirian untuk kelompok yang sudah berdaya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan