Eks Diplomatik Inggris yang Berlibat dalam Skandal Epstein, Rumahnya Digeledah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di London, polisi Inggris memulai penyelidikan terhadap mantan Duta Besar untuk Amerika Serikat (AS), Peter Mandelson, karena keterkaitannya dengan Jefferson Epstein. Dua rumah milik Mandelson sedang digeledah oleh pihak kepolisian. Penyelidikan ini dijalankan saat Presiden Menteri (PM) Keir Starmer menghadapi kritiks atas keputusan menunjuk Mandelson sebagai duta baru, meskipunParagraph ini mengungkapkan hubungan entrelais dengan Epstein.

Data terbaru menunjukkan bahwa Mandelson, yang berusia 72 tahun, mungkin pernah berbagi informasi pemerintah yang rahasianya kepada Epstein selama masa menjabat menteri pada krisis keuangan 2008. Informasi ini pertama kali terungkap dalam dokumen Epstein yang AS rilis pada 30 Januari 2026. Sebelum penggeledahan, Starmer mengakui tidak mengetahui ketanginan Mandelson untuk menjabatan itu.

Wakil Asisten Komisi Kepolisian Hayley Sewart menyatakan bahwa tim kejahatan khusus sedang mengamati dua lokasi, salah satunya di wilayah Wiltshire dan lain di London. Sebagai tokoh politik penting, Mandelson yang ditarik dari House of Lords pada awal pekan ini masih merupakan fokus penyelidikan.

Dokumen Epstein juga mengungkapkan interaksi personal antara Mandelson dan Epstein, termasuk transaksi keuangan, foto pribadi, dan bukti persahabatan mendalam. Epstein wafat di tahanan 2019 sedangkan menunggu proses hukum. Starmer mengakui tidak menyadari “kemudahan dan kelemahan” persahabatan tersebut sebelum menunjuk Mandelson.

Jabatan duta Mandelson hanya dipegang selama tujuh bulan sebelum Starmer memutuskan untuk mengundurkan diri pada September 2025. Meskipun ini, Starmer tetap berkomitmen mengungkapkan permohonan maaf kepada korban Epstein. Keputusan ini menjadi poin kritis dalam konteks skandal Epstein yang terus mempengaruhi hubungan politik Inggris dengan AS.

Bagi masyarakat, penggeledahan ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara tokoh politik dan kepentingan pribadi harus diwaspadai. Transparansi menjadi kunci untuk mencegah konflik yang bisa merugikan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan