Retret Pejabat Pemkab Kuningan: Wamendagri Menguatkan Sinergi Pusat-Daerah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyelenggarakan Retret Pejabat Administrator di Kuningan kemarin. Tujuannya adalah memperkuat kerja sama antarpejabat untuk mengatasi visi dan misi kepala daerah. Peran Retret ini juga bertujuan mendukung aligaman entregan pemerintah Pusat dan Provinsi agar kebijakan tidak beranama.

Wiyagus menjelaskan program ini berkaitan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang menekankan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Targetnya adalah menghasilkan SDM yang kompetitif global dengan karakter kuat. Namun, di lapangan, muncul kerugian seperti ketegangan regulasi dan alokasi anggaran yang belum optimal.

Di Kuningan, pemerintah daerah diminta memadukan pendapatan asli daerah dengan strategi inovatif. Contohnya, pengembangan kesenjatan ekonomi lokal seperti pariwisata atau pertanian organik. Selain itu, optimasi BUMD (Bendungan Umum Dana Masyarakat) dapat menjadi solusi untuk mendorong investasi swasta.

Kebijakan pengelolaan keuangan juga perlu fleksibel sesuai kondisi daerah. Wiyagus mengingatkan, distribusi dana transfer harus lebih transparan agar masyarakat merasakan manfaatnya. Kolaborasi antara Pusat dan Daerah menjadi kunci, seperti saat pandemi COVID-19 diatasi melalui program bimbingan sehat bersama.

Terakhir, Wiyagus mengunjungi SPPG Kasturi untuk memantau distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sekolah, ia berdiskusi dengan guru dan siswa tentang pentingnya pendidikan kualitas. Hadir juga Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Forkopimda.

Langkah lanjutan
Data 2025 menunjukkan daerah dengan kerja sama Pusat-Desa yang efektif mengalami peningkatan 15% dalam index kemandirian fiskal. Contohnya, Provinsi Jawa Barat berhasil mengurangi ketergantungan subsidi melalui program ekonomi lokal. Studi ini mengkondisikan, sinergi antarparti dapat mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.

Pemerintah daerah diminta tidak hanya menerapkan kebijakan, tetapi juga inovatif dalam menjawab tantangan. Fokus pada SDM berdaya saing dan pengelolaan keuangan yang presisi akan menjadi landasan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kebijakan akan lebih terarah dengan kebutuhan rakyat.

Inspirasi
Kesuksesan Kuningan mungkin menjadi model untuk daerah lain. Kolaborasi yang berkelanjutan bukan hanya tentang anggaran, tetapi juga budaya kerja sama yang mendukung pengembangan komunal. Semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan visi Indonesia Emas menjadi kenyataan bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan