Pengelolahan Sampah di TPA Purbahayu Pangandaran Sedang Dirawat Tanpa Proses

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di TPA Purbahayu Pangandaran, pengelolaan limbah masih mengandalkan metode open dumping. Di mana sampah sebatas ditumpuk tanpa diolah atau dipilah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, menyatakan kondisi pengelolaan sampah di daerah ini sangat kritis. “Memang kritis. Idealnya TPA Purbahayu sudah menggunakan Sanitary Landfill. Ada pembuangan limbah dan air lindi, tapi belum maksimal,” ujarnya kepada Wartawan Kamis (5/2/2026).

Sanasi pangandaran, termasuk kota setempat, terkena sanksi administrasi kementerian lingkungan karena sistem ini. “TPA Purbahayu harus ditutup, tapi karena izin ibu Bupati, kami menyampaikan permohonan perpanjangan sanksi hingga Desember 2026,” penjelasnya. Namun, izin itu mengandung syarat: upaya penataan ulang pengelolaan sampah.

Pihaknya sedang membangun Refuse Derived Fuel (RDF) dan memperoleh eksavator baru. “Nanti proses pengurugan, sehingga sampah diurug tanpa terbuka,” tambahnya. TPA pernah mengalami kebakaran 2023, memerlukan waktu satu bulan untuk memadamkannya. Bencana itu memicu sanksi karena sistem open dumping.

Upaya pengelolaan limbah perlu berubah secara cepat. Membangun infrastruktur dan alat modern seperti RDF dapat mengurangi pencemaran. Penyesuaian sistem ini non hanya mengatasi riacun lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan.

Pengecualian panjang tanpa sistem terorganisir berbahaya. Sampah yang dibuang sembarangan bisa merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat. Perubahan harus dilakukan segera untuk mencegah kerugian lebih besar.

Dengan usaha konsisten, sistem pengelolaan sampah dapat berubah menjadi solusi berkelanjutan. Inovasi teknologi seperti RDF dan pengadaan alat modern adalah langkah positif. Namun, kesadaran masyarakat juga penting untuk mendukung program ini. Langkah kecil setiap orang dalam mengurangi plastik atau menyiapkan sampah sebelum dibuang bisa menjadi solusi jangka panjang. Kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat akan menentukan sukses atau gagal perbaikan ini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan