PM Albanese: Hubungan RI-Australia Berkelanjutan, Sahabat Tak Terpisahkan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia, memuji pencapaian kesepakatan Traktat Keamanan Bersama dengan Indonesia. Ia menekankan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya berupa kerja sama strategis, melainkan juga hubungan teman setia yang built pada kepercayaan mendalam.

Albanese menyambut kehadiran Presiden Prabowo sebagai momen istimewa yang kembali terjadi selama tiga dekade terakhir. Sebelumnya, perjanjian ini ditandatangani pada 1995 oleh PM Australia Paul Keating dan Presiden Soeharto. “Ini adalah bukti persahabatan yang tahan lama dan komitmen bersama melindungi stabilitas regional,” kata Albanese.

Traktat ini lebih dari sekadar perjanjian hukum. Menurutnya, ini mencerminkan kesepakatan historis yang dimulai sejak 1995. Kemitraan strategis yang telah berkembang, termasuk kerja sama pertahanan dan keamanan maritim yang meluas, menjadi fondasi kuat ini. Albanese menilai ini sebagai upaya joint untuk menghadapi tantangan keamanan bersama, baik di darat maupun di laut.

Sebagai bagian dari perjanjian, Albanese juga mengakui kepemimpinan Prabowo dalam menghadapi ancaman global. Ia memuji komitmen presiden Indonesia untuk melindungi keamanan masyarakat dan mendukung kooperasi internasional. “Presiden Prabowo menunjukkan ketelitian luar biasa dalam meningkatkan keamanan nasional yang potem berdampak positif di luar negeri,” ujarnya.

Kemitraan ini juga membuka ruang untuk kerja sama lebih dalam di masa depan. Albanese bersedia terus mendukung Indonesia dalam berbagai bidang keamanan, termasuk teknologi dan infrastruktur. “Kita tidak hanya ingin menjaga saling aman, tetapi juga membangun sistem yang lebih solid bagi kedua negara,” katanya.

Perjanjian ini juga mencerminkan peran Indonesia sebagai partner strategis di Asia-Pacific. Albanese menilai Indonesia sebagai teman yang bisa dipercaya untuk menghadapi perubahan geopolitik bersama. “Dengan Traktat ini, Australia tidak hanya melihat Indonesia sebagai mitra, melainkan sebagai sahabat yang bisa dipercaya,” ujarnya.

Kebijakan ini juga memperkuat hubungan ekonomi dan budaya. Albanese menyoroti potensi kerja sama di bidang energi, pertahanan maritim, dan teknologi. “Kita memiliki banyakarea yang bisa dikembangkan bersama, terutama dalam menangani ancaman iklim dan keamanan digital,” tambahkannya.

Prabowo juga mengakui peran Australia dalam menguatkan kerja sama keamanan. Ia menekankan bahwa Perjanjian ini bukan hanya untuk keuntungan kedua negara, melainkan juga untuk stabilitas regional. “Indonesia dan Australia saling menghargai nilai-nilai yang sama dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Presiden.

Traktat ini juga mengakui kontribusi Indonesia dalam menjaga keamanan maritim Indo-Pacific. Albanese mengutamakan bahwa perjanjian ini akan diimplementasikan dengan prioritas praktis. “Kita akan fokus pada aplikasi langsung di lapangan, bukan hanya teori,” katanya.

Dengan ini, perjanjian ini menjadi simbol perjalanan kerja sama yang panjang. Albanese berharap ini menjadiLandmark dalam hubungan bilateral. “Ini bukan akhir, melainkan awal untuk kerja sama yang lebih dalam,” katanya.

Kolaborasi ini membuka pintu ke masa depan yang lebih aman dan bermitra, dengan Indonesia tetap menjadi sahabat tak tergantikan di kalangan negara Asia-Pacific.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan