Gerindra Berusia 18 Tahun: Cara Merayakan Kekuasaan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Gerindra Jawa Barat Menghadirkan Acara Tawasih Sederhana di Bandung
Di Hotel Horison, Bandung, Kelima Februari 2026 pagi, ulang tahun Gerindra Jawa Barat digelar tanpa penembakan atau perayaan berlebihan. Acara fokus pada tawasiyah dan santunan anak yatim, menegaskan nilai kerjasama dan keberanian.

Dewan Pimpinan Daerah Gerindra Jawa Barat memilih cara unik untuk memperingati hari ke-18 partainya. Istilahnya “DPD Gerindra Jawa Barat Berbagi: Tausiyah dan Santunan Anak Yatim” mencerminkan pesan kompak, bergerak, dan berdampak.

Setelah tawasiyah oleh KH. Miftah Fauzi yang menyoroti syukur dan amanah, anak-anak dari Kantor Bandung dan madrasah menjadi pusat perayaan. Merekahadir bukan sebagai tamu, melainkan sebagai simbol dukungan partainya.

Tokoh terkemuka seperti H. Amir Mahpud, Dr. Abdul Harris Bobihoe, dan Ir. Prasetyawati menghadirkan kehadiran yang lebih santai. Mereka tidak memanfaatkan acara untuk berpidato panjang, tapi merepotkan pesan yang menyisakan.

Acara ini juga mengilangkan elemen yang sering terlihat dalam perayaan politik: panggung kemegahan atau seremonial. Fokus pada pengalaman langsung dan pengalaman bersama.

Dari sisi lain, kehadiran tokoh seperti Usman Kusmana dan Toni Wijaya menunjukkan keberagaman pemikiran dalam kerangka Gerindra. Setiap orang menunjukkan kesederhanaan dalam menyampaikan pesan.

Sampai di akhir, yang menarik bukan kehadiran orang, melainkan keberadaan yang kurang. Tidak ada saran atau kepentingan politik yang terpapar. Acara ini merangkum filosofi Gerindra: fokus pada tawasiyah dan penguatan bangsa.

Setiap detail dari acara ini menunjukkan perhatian pada nilai-nilai yang bertanggung jawab. Gerindra tidak mengikuti tren besar, melainkan mengusung keberagaman dalam merajut pesan.

Acara ini menjadi contoh bagaimana perayaan politik bisa berubah menjadi medium komunikasi yang lebih mendekati masyarakat. Fokus pada pengalaman bersama dapat menjadi landasan untuk budaya politik yang lebih inklusif.

Setiapcrementalitas dalam perayaan Gerindra ini menegaskan bahwa partai tidak hanya mengasah kuota, tapi juga budaya kekeluargaan.

Pengalaman ini bisa menjadi model untuk partai lain yang ingin berinovasi dalam cara merajut pesan.

Adapun pesan yang diucapkan oleh pimpinan Gerindra Jawa Barat tetap menjadi peta yang harus diikuti.

Acara ini tidak hanya menghormati usia partainya, tapi juga menegaskan komitmen terhadap masa depan yang lebih sejahtera.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan