Waspada! 5 Analis Warnet Harga Bitcoin Bisa Turun Anjlok Sedalam Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bitcoin, sebagai senilai kripto terbesar, mengalami penurunan signifikan sebesar lebih dari 12% dan turun hingga level US$ 64.000. Penurunan ini membuat nilai aset ini hampir setengah dari puncak harga sebelumnya yang dicapai dalam empat bulan terakhir.

Untuk penjelasan, sumber Business Insider menyampaikan bahwa beberapa ahli dan pengamat pasar memandang tekanan di pasar cripto belum berakhir. Kebekuan muncul bahwa kondisi ini mungkin pejal lebih lama lagi.

Kekhawatiran akan penurunan panjang menara di kalangan investor setelah aksi penjualan besar oleh pihak dengan modal besar meretai harga Bitcoin ke level terendah dalam 15 bulan terakhir.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar bearish Bitcoin telah menyentuh hampir 50% dari harga aset ini sejak mencatat rekor tertinggi di kisaran US$ 126.000. Eksperta warna potensi penurunan lanjutan.

Sebagai contoh, analis Coin Bureau, Nic Puckrin, memprediksi harga bisa turun hingga US$ 55.700 jika tidak mampu menjaga nilai di atas US$ 70.000. Penurunan ini dianggap dipicu oleh penjualan besar oleh “whales” dan investor instan.

Puckrin juga menjelaskan bahwa jika melihat pola siklus sebelumnya, kondisi ini bukan sekadar koreksi sementara, melainkan fase transisi menuju penyesuaian pasar yang biasanya membutuhkan waktu bulanan.

Sementara itu, kepala kebijakan Bitcoin Policy Institute, Zack Shapiro, meramalkan prospek jangka panjang tetap kuat karena semakin banyak digunakan oleh investor besar. Namun dalam waktu dekat, harga mungkin turun hingga dekat US$ 58.000 sebelum stabil. Jika terjadi, penurunan dari harga saat ini bisa mencapai 15%. Banyak penjual adalah investor awal yang mulai meretasikan keuntungan.

Analis teknikal senior, Katie Stockton, juga mengkhawatirkan bahwa Bitcoin bisa turun hingga US$ 57.800 jika tekanan penjual berlanjut.

“Untuk jangka panjang, indikator teknikal mingguan menunjukkan tren kenaikan yang mulai kehilangan kekuatan, yang berpotensi memicu volatilitas tinggi dalam beberapa bulan ke depan,” tulis Stockton.

Proyeksi yang lebih pesim juga muncul. Stifel memprediksi Bitcoin masih bisa turun 45% dari level saat ini, atau ke kisaran US$ 38.000, berdasarkan analisis pola bearish dalam 15 tahun terakhir.

Zacks Investment Research juga memberikan prediksi bahwa harga bisa melorot hingga US$ 40.000 dalam enam hingga delapan bulan, dipicu oleh siklus musim dingin atau aksi penjualan dari perusahaan besar.

Eksperta legendaris Michael Burry juga mengingatkan kemungkinan Bitcoin masuk ke “fase kematian” jika tekanan harga terus berlanjut.

Harga Bitcoin tetap terpinggirkan oleh dinamika pasar yang kompleks. Meski ada prediksi negatif, faktor seperti adopsi institutional dan potensi inovasi teknologi tetap menjadi elemen yang mempengaruhi masa depan aset kripto ini.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan