Reservoir Pangan Pemerintah dalam Masa Tanggap Darurat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Bencana banjir yang terjadi di tiga provinsi terbaru memaksa pemerintah memperluas stok panganCadangan Pangan Pemerintah (CPP). Meski nowalnya saat ini CPP mencakup beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging unggas, telur unggas, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, serta ikan, jumlahnya sudah cukup. hingga saat ini, stok CPP pada 31 Desember 2025 mencapai 3,25 juta ton beras dan 45,7 ribu ton jagung. Proses ini berhasil menjaga tiga pilar ketahanan pangan: ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan, terutama beras.

Namun, dalam situasi bencana seperti masa tanggap darurat, CPP dalam bentuk bahan mentah saja tidak memadai. Masyarakat terdampak membutuhkan CPP dalam bentuk pangan siap saji. Itulah konsep CPP Tanggap Darurat (CPP TD).

Produk turunan dari CPP, baik mentah maupun siap saji, menjadi solusi jika stok pangan turun mutu. Sekarang, fokusnya adalah pengembangan produkCPP TD seperti pangan kering dan PSB (Pangan Semi Basah). Produk ini harus memenuhi kriteria: siap saji, aman dikonsumsi tanpa proses masak, kandungan gizi terbaik, bisa disimpan tanpa pendingin, dan tahan lama.

Teknologi pangan modern memungkinkan produksi CPP TD yang efektif. Kuncinya adalah pengendalian aktivitas air (water activity) dalam pangan. Fenomena ini mengacu pada kemampuan air untuk menguap, dihitung melalui rumus aktivitas air (aw) sebagai rasio tekanan uap air dalam pangan dengan tekanan uap air murni. Nilai aw yang rendah (di bawah 0,6) mengurangi risiko tumbuhnya mikroorganisme rusak pangan. Pangan kering biasanya memiliki aw di bawah 0,6, sedangkan PSB berkisar 0,65–0,85.

Pangan kering dan PSB dapat diproduksi secara tradisional atau industri. Metode tradisional seperti pengeringan sinar matahari atau penambahan pektin masih umum, sementara industri menggunakan teknik seperti ekstrusi, freeze drying, atau penggunaan bahan penurun aktivitas air seperti glukosa. PSB industri, seperti meal ready-to-eat untuk pesawat atau ransum militer, bisa diadopsi untuk CPP TD.

Jepang telah membangun Pusat Tanggap Darurat lengkap dengan fasilitas logistik CPP TD. Pemerintah lokal bahkan meminta masyarakat menyimpan pangan kering di rumah. Sinergi antara BNPB, BULOG, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk meminimalkan kerusakan di masa darurat.

Sudarsono Hardjosoekarto, Guru Besar UI, mengajukan penanganan proaktif CPP TD sebagai strategi aman bencana.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan