Kontribusi Jasa Keuangan Dapatkan untuk Pembangunan Rp 9.840 Triliun

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan 2025 mencapai jumlah signifikan. Data ini terukur dari kinerja kredit perbankan yang meningkat sebesar 9,63% dibanding tahun sebelumnya. Pjs. Friderica Widyasari Dewi, ketua dan wakil dewan komisi OJK, mengungkapkan bahwa peningkatan ini didasarkan pada kemampuan stabil kredit perbankan yang mencapai nilai Rp 8.585,8 triliun.

Sektor dana pihak ketiga (DPK) perbankan juga menunjukkan hasil kuat dengan peningkatan 13,83% tahunan, menjalani pendapatan hingga Rp 10.059,2 triliun. Selain itu, penyaluran pergadaian capai Rp 130,37 triliun dengan pertumbuhan 48,07%, sementara pembiayaan perusahaan cenderung stabil di Rp 506,5 triliun. Kontribusi lain termasuk modal venture di Rp 15,97 triliun, LKM- PPI- Lembaga Keuangan Khusus sebesar Rp 229,8 triliun, serta pinjol legal yang naik 25,44% ke Rp 96,6 triliun.

Friderica menekankan bahwa kondisi likuiditas, profil risiko, dan solvabilitas industri jasa keuangan tetap kuat. Kolaborasi antara OJK, pemerintah, Bank Indonesia, serta berbagai pihak dalam industri ini menjadi kunci dalam mendukung pembiayaan pembangunan. Integrasi strategi ini memungkinkan sektor ini tetap mampu menjawab kebutuhan ekonomi nasional.

Tren ini menunjukkan potensi besar di sektor keuangan untuk melanjutkan peran sebagai pembiaya pembangunan. Perkembangan teknologi finance dan regulasi yang fleksibel bisa menjadi faktor penopang untuk pertumbuhan lebih lanjut. Investor atau pihak terkait dapat memanfaatkan potensi ini untuk mendukung proyek ekonomi atau menjelajahi solusi pembiayaan inovatif.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan